Warga Tomohon Peringati Hari Merah Putih

Tomohon – Tanggal 14 Februari 2015 diingat warga Sulawesi Utara sebagai Hari Merah Putih.

Peristiwa ini merupakan gerak militer dari pasukan KNIL kompi VII yang pada saat itu ada di bawah pimpinan Ch Taulu, di mana mereka kemudian merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Indonesia dengan bantuan rakyat seperti Manado, Tomohon, dan Minahasa.

Warga Tomohon pun memperingati hari ini dengan memasang bendera merah putih satu tiang. Di ruas jalan utama, sekolah dan perkantoran terpasang kokoh Merah Putih yang berkibar.

Dari pantauan, rumah kediaman Walikota Jimmy F Eman SE Ak dan Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Micky Wenur pun memasang bendera merah putih satu tiang.

“Pemprov Sulut serta pemerintah Kabupaten/Kota supaya men-tradisikan Peristiwa 14 Februari sebagai Hari Sulawesi Utara yang tidak saja diperingati tapi dirayakan secara resmi oleh masyarakat dan pemerintah di seluruh kabupaten/kota di wilayah Sulut,” kata Judie Turambi SH, Pemerhati Budaya asal Kota Tomohon.

Mengingat peristiwa heroik ini lanjutnya sebuah kemenangan bernilai strategis-politis dlm perjuangan dan mempertahankan NKRI dari penjajah Belanda.

“Presiden Soekarno pada 11 Maret 1965, di Istana Negara telah mencanangkan setiap tanggal 14 Februari adalah Hari Sulawesi Utara. Lalu Presiden Soeharto pada 14 Februari 1984 di Cibubur mengatakan peristiwa di Manado ini sebagai salah satu peristiwa yang berarti dari 14 perang kemerdekaan selama revolusi fisik memperebutkan kemerdekaan tahun 1945-1950,”jelasnya.

Selanjutnya ada Letkol Purcell Wakil Komandan Tentara Sekutu di Timur Jauh juga menegaskan bahwa Pemberontakan Merah-Putih sebuah kudeta berhasil yg memiliki nilai-nilai kepahlawanan di Sulut.

“Para pelakunya adalah almarhum B W Lapian dan Ch Ch Taulu Cs pada bulan Mei 1965 di Jakarta telah dianugerahi “Bintang Gerilya” serta jasad mereka dimakamkan di TMP Kalibata dan Manado.

Olehnya, Pemprov Sulut dan seluruh pemerintah di kabupaten/kota untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para pejuang 14 Februari 1946,” ujarnya seraya berharap kiranya 14 Februari 2015 digelar upacara dan pemasangan bendera Merah-Putih seperti yang pernah dilakukan pada tahun 1950 sampai thn 1970-an sebagai tanda Hari Sulawesi Utara. (maria)

Tinggalkan Balasan

News Feed