Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Minahasa) Minahasa menyiapkan langkah antisipasi dan siap siaga menghadapi dampak El Nino di Minahasa.
Hal ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Kabupaten Minahasa, yang digelar di Taman God Bless Minahasa, Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Selasa (04/08) pagi.
Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP, saat memimpin apel mengatakan, El Nino berpotensi memicu peningkatan suhu udara, kekeringan, menurunnya debit air, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat maupun sektor pertanian.
Untuk itu, kata dia, Pemkab Minahasa menyiapkan seluruh unsur mulai dari TNI, Polri, relawan, dunia usaha, dan masyarakat, untuk menghadapi ancaman bencana akibat fenomena El Nino.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” ujanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Polda Sulawesi Utara dan Polres Minahasa yang telah menginisiasi pelaksanaan apel, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi modal utama dalam meminimalkan risiko bencana, sehingga koordinasi yang telah terbangun harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Dalam arahannya, Bupati mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok di kawasan rawan kebakaran, menggunakan air secara hemat selama musim kemarau, serta segera melaporkan setiap titik api kepada pemerintah setempat, BPBD, TNI, Polri, maupun petugas pemadam kebakaran.
Usai apel, seluruh personel diinstruksikan meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta memastikan kesiapan peralatan dan sumber daya untuk merespons secara cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap keterlibatan aktif seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bencana dapat menjadi langkah efektif untuk menekan risiko kebakaran, kekeringan, dan krisis air bersih selama musim kemarau akibat dampak El Nino.
Turut hadir, Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP, Sekretaris Daerah Dr Lynda D Watania MM MSi, unsur Forkopimda dan seluruh instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana.(Advetorial)






















