Bitung – Hadirnya kapal RO-RO yang menghubungkan Davao-General Santos-Bitung yang mulai beroperasi di Pelabuhan Samudera kota Bitung mempermudah proses perdagangan. Kapal yang memiliki kapasitas daya angkut besar ini mampu membawa 400 peti kemas sekali jalan.
Ketua komisi ll yang membidangi Ekonomi dan Keuangan DPRD Sulut Cindy Wurangian MBA,menilai aktivitas kapal ini, bisa menggerakkan kembali perekonomian Kota Bitung yang sempat mati suri.
โIni sangat menguntungkan untuk ekspor ke negara-negara ASEAN dan ini membuka konektivitas antara negara ASEAN. Untuk itu ke depan diharapkan Kementerian KKP segera merevisi ketentuan Permen Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga iklim perikanan Bitung bisa membaik, seperti tahun 2014 sekitar 7000 kontainer ekspor dari sektor perikanan yang keluar per tahun dari pelabuhan Bitung,โ jelas Wurangian kepada cybersulutnews.co.id, di Pelabuhan Samudera kota Bitung,(2/5/2017).
Selain itu, Wurangian menjelaskan, dengan adanya jalur perdagangan laut Bitung – Davao tentunya ekspor langsung sangat menguntungkan eksportir. Karena hal itu dapat menekan biaya dan waktu pengiriman lebih singkat, ketimbang yang terjadi selama ini.
โEksportir tidak perlu lagi dilakukan restaffing di Jakarta atau Surabaya, dan akan memperpendek waktu tempuh yang berujung pada efisiensi biaya tentunya,โ jelas Wurangian.(ferry bolung)


























