
Tomohon – Pasca ujian CPNS Tomohon tahun 2013, sampai saat ini pemerintah pusat maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih belum memastikan berapa kuota pasti untuk jalur Honorer K-2.
Masnah Pioh, Kepala BKD Tomohon saat dikonfirmasi mengatakan belum ada petunjuk dari pusat berapa angka pasti honorer K-2 Tomohon yang akan diterima tahun ini.
“Belum ada jumlah pasti. Namun secara nasional, prosentasenya 30 persen dari jalur umum,” terang Pioh, Kamis (07/11)
Apalagi ditambah dengan nilai standar (Passing Grade) untuk honorer K-2 belum dipastikan, dugaan permainan untuk meloloskan para peserta yang sudah dipersiapkan untuk lolos semakin besar.
“Passing grade yang ditentukan oleh pemerintah pusat baru untuk jalur umum. Untuk honorer K-2 belum ada,” lanjut Pioh.
Pioh mengandaikan jika pun ada dua atau lebih nilai capaian yang sama, Pemerintah Pusat mendelegasikan Pemerintah Daerah untuk menentukan siapa yang berhak lolos.
“Ya mungkin akan dilakukan test kembali. Namun saya pikir kemungkinan ada angka yang sama persis berpeluang sangat kecil terjadi,” tandas Pioh.
Marini, nama disamarkan; salah satu Honorer K-2 yang baru saja mengikuti test CPNS berpendapat, jika aturan mengenai kuota dan passing grade yang belum baku, semakin membuka peluang terjadinya kong-kalikong untuk jalur honorer K-2.
“Bisa saja jika kewenangan penentuan nilai yang sama untuk berebut kursi sudah sampai di daerah, begitu mudah BKD Tomohon mendepak honorer K-2 yang tak ada dalam daftar “pesanan”,” ujar Marini tegas.
Marini pun meminta BKD Tomohon bersifat objektif dan netral.
“Jika masih ada hukum dan keadilan di negeri ini, kami minta Pemkot Tomohon adil dan terbuka. Ikuti aturan yang berlaku,” tandas Marini.(Maria Wolajan)





















