
Mitra- Disinyalir lantaran dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), pupuk untuk kebutuhan petani di Mitra juga menghilang. Buktinya, pasokan pupuk dua minggu terakhir ini tak masuk pangkalan. Sehingga petani sulit untuk mencari pupuk bersubsidi tersebut.
“Sudah bebera kali saya cek dipangkalan, sampai saat ini pasokan pupuk belum masuk,” kata Jongky Kawenas, warga Ratahan. Padahal, bagi dia, sebagai petani sangat perlu pupuk tersebut. Karena tanpa pupuk tanamannya tidak akan bertumbuh dan terancam mati. “Semua jenis pupuk langkah di daerah ini. Bukan cuma saya yang perlu, namun ada juga petani yang lain sangat memerlukan pupuk tersebut,” katanya.
Menurutnya disinyalir kelangkaan pupuk merupakan bagian dari dampak kenaikan BBM. “Memang kenaikan BBM baru sekarang ini, cuma mereka belum memberikan pasokan lantaran menunggu harga pupuk untuk dinaikkan”jelasnya.
Agus Waas warga Wawali-Pasan, pemilik kios pupuk megaku memang sudah dua minggu pupuk langkah. Dia pun tak tahu apa gerangan sehingga pasokan pupuk terhambat. “Saya belum tahu pasti apa yang menjadi kendala sehingga pupuk belum masuk,” akunya. Dia juga belum memastikan kapan disalurkan pupuk itu. “Saya belum pastikan kapan pupuk itu ada, yang jelas banyak petani yang datang menanyakan pupuk,” imbuhnya. Terkait dengan naiknnya harga BBM, Waas sendiri memperkirakan akan ada kenaikan harga. “Karena angkutan pupuk juga memerlukan BBM. Jadi, tidak mengapa kalau naik asalkan masih pada batas kewajaran,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanak) Mitra, Elly Sangian memastikan bawah pasokan pupuk didaerah ini akan segera stabil. “Karena sudah ada 2 truk pengakut yang sementara menyalurkan pupuk di Tombatu, dan itu akan dilakukan secara bergilir bagi kecamatan lainnya,” kata mantan Assisten lll pemkab Mitra ini.
Terkait harga pupuk pasca dinaikkannya BBM, dia mengimbau masyarakat petani terkhusus di Mitra untuk tidak khawatir, karena dia memastikan pupuk akan segera normal.”Karena pada dasarnya angkutan pupuk mempunyai harga dasar yang disubsidi pemerintah, terangnya. (Alfian Jay)




















