Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah kendali Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw bertekad mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel dengan berupaya mengikis praktek lancung (korup) di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dalam rakor persiapan pencanangan percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Senin (29/02), Wagub Steven Kandouw tegas meminta SKPD untuk melawan segala bentuk kecurangan. “Pak Gubernur sampaikan bahwa tidak ada lagi potongan anggaran di SKPD, tidak ada lagi setor-setor dan kebijakan-kebijakan yang muaranya pada parktik korupsi,” tegas Kandouw.
Wagub kemudian menyorot soal tekanan Tim Sukses di SKPD yang harus diberangus. “Bila ada oknum atau kelompok mengatasnamakan tim sukses Olly-Steven datang ke SKPD dengan dalih memintah jatah preman (japre) atau sejenisnya, saya katakan lawan! Nda cirita (tidak ada cerita) for (untuk) tim sukses (timses) yang minta-minta di SKPD,” ujarnya.
Selanjutnya Wagub membeber fakta, di mana ditemukan bantuan pengentasan kemiskinan yang ada di SKPD seperti di Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan dan lainnya tidak tepat sasaran. Pasalnya, bantuan diberikan karena pertimbangan kepentingan politik sehingga hanya menyasar pada kelompok atau individu berdasarkan satu warna parpol atau tim sukses.
“Saya tidak mau men-judge pemerintah sebelumnya, tapi faktanya apa yang kita lakukan tahun-tahun lalu membuat program pengentasan kemiskinan tidak jalan, sehingga bisa kita lihat sekarang, angka kemiskinan dan pengangguran justru naik,” bebernya.
Karena itu ke depan, Wagub tegaskan, praktik-praktik yang kontraproduktif terhadap pengentasan kemiskinan yang terjadi selama ini di SKPD untuk diberantas. “Bila kita serius, saya optimis 6 bulan ke depan hasil dari kerja kita akan kelihatan,” imbuhnya.




















