Tim Bola Voli Putra Sulut Harus Puas Di Urutan Empat

Denpasar – Tim PON Bola Voli asal Sulawesi Utara akhirnya harus puas di posisi empat setelah kalah dari Tim Bali All Star dengan skor 3-1, pada perebutan juara tiga dan empat, kejuaraan PON Mini Bola Voli Indoor 2016, di GOR Ngurah Rai Denpasar Bali, Minggu (29/05) malam.

Pantauan Cybersulutnews.co.id di GOR Ngurah Rai Bali yang disaksikan ribuan pasang mata, Tim Sulut Tim Sulut yang menurunkan pemain David Jonathan, Kevin Songkiliwang, Sandro Telah, Louis Thomas, Soni Setiawan, Erick Lasantu, Miquel Mantiri, Handrico Sanabari, Hendry Boky, Jenlee Saliding, Nyoman Rianta, Sidik Pernama, Ravijay Kojongian dengan Pelatih Tengku Langi dan Richard Pontoh sempat menang pada set pertama dengan angka 25-14 setelah permainan Luis Thomas dan kawan-kawan ini tampil gemilang.

Di set kedua, permainan menjadi menarik setelah tim lawan bangkit untuk mengejar ketertinggalan, namun masih tetap diimbangi Tim Sulut dengan angka saling susul yang walaupun akhirnya dimenangi Bali All Star 25-21, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Di set ketiga, kedua tim bermain saling serang, membuat poin keduanya saling kejar. Namun, diakhir-akhir pertandingan set ini, Tim Bali All Star nampak bermain lebih baik sehingga berhasil memenangi set ketiga dengan poin 25-18, mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Bali All Star.

Pada set keempat, Tim Sulut sempat bermain baik untuk bisa memainkan set selanjutnya meski akhirnya pada laga ini pun gagal karena harus takluk dengan poin 25-21 bagi kemenangan Bali All Star, meski permainan di set ini lebih seru dari set-set sebelumnya karena usaha kedua tim untuk memenangi laga ini.

Alhasil, pertarungan di set keempat ini memaksa Tim Sulut harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-1 dan harus puas di urutan keempat.

Salah satu pemain Sulut, Erik Lasantu usai pertandingan ketika diwawancarai mengatakan, pihaknya sudah bermain maksimal, hanya saja permainan tim lawan lebih baik dari tiimnya. Namun menurutnya, dari try out ini kita sebagai tim belajar sangat banyak untuk menentukan formula permainan yang pas pada pertandingan-pertandingan selanjutnya seperti PON XIX di Bandung Jawa Barat September mendatang.

“Secara pengalaman bermain kita memang masih minim. Pemain lawan lebih banyak jam terbang dan pengalaman mereka lebih banyak sehingga kami memang harus mengakui itu. Tapi dari semuanya ini kami belajar banyak untuk kesiapan tim kedepan menghadapi PON di Bandung September mendatang,” ujarnya.

Atas hasil di Kejuaraan PON Mini Denpasar Bali 2016 ini, Pelatih Tim Tengku Langi mengaku bangga karena tim mengalami banyak kemajuan seiring bertambahnya pengalaman dan jam terbang bermain.

“Meski persiapan kurang dalam mengikuti iven ini, kami bersyukur karena ada banyak kemajuan bagi tim. Dengan adanya try out seperti ini sudah bisa nampak dalam tim, mana saja yang perlu dibenahi sehingga setelah ini bisa bermain lebih baik. Hasil ini sangat berharga sekali karena bisa melihat tim dan individu untuk bisa dirubah,” tukasnya sembari menambahkan bila tim asuhannya mengakui kekalahan dan puas di urutan empat.

“Lawan kita lebih pengalaman karena senior dan pemain nasional, tapi anak-anak tambah pengalaman dalam hal ini,” Langi yang kala itu juga didampingi Assisten Pelatih Jhonatan Takasenserang.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan