Jalan Desa Kulo-Suluan Minahasa Jadi Trek Offroad, 3 Minggu Tertimbun Longsor Tak Kunjung Dibersihkan

TIDAK DIPERHATIKAN : Kondisi ruas jalan antara Desa Kulo-Suluan Minahasa. (foto:Jenglen.Cybersulutnews.co.id)
TIDAK DIPERHATIKAN : Kondisi ruas jalan antara Desa Kulo-Suluan Minahasa. (foto:Jenglen.Cybersulutnews.co.id)

MINAHASA – Situasi ruas jalan antara Desa Kulo dan Desa Suluan, Kabupaten Minahasa bagaikan trek atau jalur off-road. Mengapa tidak?, selain jalannya dibuat asal-asalan alias bergelombang, kondisi setengah ruas jalan itu pun kini dibiarkan tertimbun tanah longsor.

Meski sudah seperti medan off-road, tapi jalan tersebut masih sering dilintasi kendaraan. Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, hampir tiga minggu longsor sudah menutup setengah jalan antara Desa Kulo-Suluan.

Sayangnya, tangan pemerintah Minahasa yang dinahkodai Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang belum kunjung membersihkan materil longsor yang sudah menutup setengah ruas jalan itu.

Dimana, sejak Selasa (25/10/2016), hingga Senin (07/11/2016), pemandangan yang menutup setengah jalan alternative yang menghubungkan Kota Manado dan Minahasa masih dibiarkan tertimbun. ( Baca juga : Longsor di Ruas Jalan Desa Kulo-Suluan Minahasa Terkesan Dibiarkan. http://cybersulutnews.co.id/longsor-di-ruas-jalan-desa-kulo-suluan-minahasa-terkesan-dibiarkan/ )

“Seperti tidak diperhatikan lagi. Ya, ya, sudah hampir tiga minggu kondisinya begini. Tapi belum juga dibersihkan. Padahal jalan ini merupakan salah satu jalan penghubung Manado dan Minahasa. Sayang tidak diperhatikan,” terang Rivo pengemudi mobil Avansa ketika melintas di jalan tersebut, Senin (07/11/2016) sore.

“Saya ngomong tidak diperhatikan pemerintah, karena buktinya kan jalan ini hanya dibiarkan begini (tertimbun longsor). Ini menunjukan tidak diperhatikan lagi. Kan sudah hampir tiga minggu. Apa para pejabat terkait tidak melihat situasi kondisi ini,” sambungnya sembari menambahkan agar pemerintah segera membersihkan dan memperhatikan jalan tersebut.

Ruas jalan antara Desa Kulo-Suluan hingga Rumengkor Minahasa, memang mesti diperhatikan pemerintah. Menyusul, jalan yang dibangun bergelombang itu menggunakan miliaran rupiah uang negara pasca pengerjaannya.

Meski telah menguras dana miliaran rupiah, jalan itu seakan tidak diperhatikan lagi. Ketika diguyur hujan, badan jalan langsung dihiasi tanah. Parahnya lagi, terdapat tiang listerik di badan jalan. (jenglen)

Tinggalkan Balasan