Minimalisir Dampak Kenaikan Harga Pangan, Pemprov Sulut Gandeng Bank Indonesia Gelar Gerakan Pangan Murah

Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Sparta Tikala, Selasa (03/10/2023).

Ada beberapa komoditi pokok strategis yang dipasarkan di Gerakan Pasar Murah yang diselenggarakan Pemprov kali ini.

Yaitu beras 10.000/kg di bawah HET 10.900/kg, total disediakan : 6 ton beras (Rp10.000/kg), 360 liter minyak goreng (Rp15.000/liter), 288 kg gula (Rp14.500/kg), 120 kg bawang merah (Rp20.000/kg), 80 kg bawang putih (Rp33.000/kg),153 baki telur (Rp57.000/baki), 120 kg terigu (Rp11.500/kg).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Frangky Tintingon mengatakan, Pasar Murah diadakan untuk meminimalisasi dampak kenaikan harga pangan yang akhir-akhir ini terjadi.

Selain itu, kata Tintingon, dalam rangka menjamin stabilitas harga dan pasokan pangan untuk masyarakat.

“Untuk menstabilisasi harga pangan, terkhususnya kepada masyarakat Kota Manado,” ujarnya.

Kegiatan ini, ungkapnya, merupakan lanjutan dari kegiatan Dinas Ketahanan Pangan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

“Sengaja kami melaksanakan kegiatan ini di Lapangan Tikala karena memang tempat ini cukup strategis dan memungkinkan masyarakat yang ada di sekitaran Kecamatan Tikala untuk datang berbelanja di sini.” jelasnya.

Frangky mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah bisa terselenggara berkat bantuan sejumlah stakeholder.

Di antaranya adalah Bulog Drive Sulutgo, Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UMKM, PT Rajawali Nusindo, Aprindo Sulut, PT Frastrata Buana, PT Kalbee, dan PT Garuda Food.

Frangky juga memastikan bahwa kegiatan ini akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Sulawesi Utara.

Kegiatan di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jimmy Lampus, Kepala Tim Implementasi KEKDA KPw Bank Indonesia Prov. Sulut, Bpk. I Made Dony Wirawan, Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Ibu Miesje Wollah, Koordinator Kelompok Substansi Keamanan Pangan Segar, Badan Pangan Nasional, Bpk. Apriyanto Dwi Nugroho, Manajer Bulog Divre SulutGo, Bpk. Muchammad Yatsir dan Satgas Pangan Polda Sulut, Bpk. Donnie.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara Jimmy Lampus, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menjadi penting untuk dilaksanakan guna menjamin ketersediaan pasokan pangan dan daya beli masyarakat.

“Dalam situasi seperti saat ini, di tengah gempuran berbagai macam perubahan alam yang tidak dapat diprediksi seperti badai elnino, dan lain-lain yang dapat berakibat pada krisis pangan,” ungkapnya.

“Ini adalah upaya mitigasi untuk memperkecil resiko resiko kekurangan pangan di masyarakat.” sambungnya.

Bahkan ada ibu-ibu rumah tangga yang sudah menunggu sejak pukul 08.00 WITA langsung berbaris rapi untuk mendapatkan giliran berbelanja.

Menurut pengakuan beberapa warga yang ditemui wartawan, mereka merasa cukup terbantukan dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini.

Sebab memang akhir-akhir ini harga pangan sedang gila-gilaan dan sangat berefek kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Manado.

“Pasar murah ini memang sangat rakyat butuhkan, karena pada saat ini semua barang naik. Kebutuhan pokok ini memang dibutuhkan oleh para masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” ujar Yeni.

Warga juga sangat mengharapkan bahwa kegiatan ini dapat terus berlanjut sampai nanti menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal nanti.

“Kami juga sangat-sangat mengharapkan, agar kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan saat ini, tetapi terus berlangsung hingga menjelang perayaan hari hsri besar seperti hari raya Indhul Fitri ataupun Natal nanti.” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan