Manado – Bulan Agustus 2013, Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami inflasi lebih tinggi dari angka nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faisal Anwar mengatakan Kota Manado pada bulan Agustus 2013 mengalami inflasi sebesar 2,27 persen.
“Inflasi secara nasional hanya sebesar 1,12 persen,” katanya.
Katanya, Kota Manado mengalami inflasi sebesar 2,27 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 141,56 di bulan Juli 2013 menjadi 144,78 di bulan Agustus 2013.
“Inflasi 2,27 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 6,55 persen, kelompok sandang 1,78 persen, kelompok parumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,17 persen, kelompok kesehatan 0,16 persen, transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen.
“Sedangkan kelompok penididkan tidak mengalami perubahan indeks,” katanya kepada Cybersulutnews.co.id.
Sementara, katanya untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain, bawang merah, cabe rawit, tomat sayur, tarif listrik, emas perhiasan, deho, angkutan anta kota, cakalang, mujair dan cabe merah.
“Untuk komoditas yang mengalmi penurunan harga, antara lain angkutan udara, bawang putih, lemon cina, terong panjang, gula pasir, teri, kembang kol, nanas, kol putih dan kacang hijau,” jelasnya.
Ditambahkan Anwar, dengan ketambahan inflasi 2,27 persen, maka Kota Manado hingga Agustus 2013 telah mencapai jumlah inflasi sebesar 6,26 persen. Inflasi ini tentunya menjadi warning bagi pemerintah.
Katanya, tahun ini yang tinggal menyisahkan empat bulan, dipastikan akan melewati total inflasi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6,28 persen.
“Pemerintah harus mengambil kebijakan untuk menekan inflasi pada empat bulan yang akan berjalan ini, seperti harus ada penyediaan bahan makanan,” jelasnya.(Nancy tigauw)














