
Manado– Pelaksanaan pasar murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut dinilai memberi manfaat untuk masyarakat.
Manfaat kegiatan yang dihimpun dari dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR) perbankan, BUMN serta perusahan swasta ini antara lain meredam naiknya bahan pokok yang sering melonjak tajam jelang natal dan tahun baru. Bahkan inflasi Sulut Desember 2013 diprediksi lebih dari 2.69 jika pasar murah tak digelar.
Hal ini dikatakan kepala perwakilan Bank Indonesia Manado, Luktor Etemergo Tapiheru. “Bayangkan kalau tidak ada pasar murah, mungkin barang lain juga harganya naik sehingga dapat mendorong inflasi lebih besar,” kata Tapiheru kepada sejumlah wartawan akhir pekan lalu.
Tapiheru juga menambahkan kegiatan seperti ini baik jika digelar rutin setiap tahun. “Pasar murah kan bukan satu satunya obat mujarab untuk menekan inflasi, namun bagus jika dilakukan tiap tahun. Secara teori, inflasi dapatdisebebkan tingginya permintaan konsumsi masyarakat yang tidak diimbangi suplai,”ujarnya.
Selain Bank Indonesia, apresiasi terhadap gelaran pasar murah ini juga disampaikan Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis Kementrian Perdagangan RI, Dra Retno Rukmawati MA. Menurutnya kementrian perdagangan kaget dengan banyaknya titik titik penjualan kegiatan pasar murah natal dan tahun baru. “Ini spektakuler karena pertama kali di Indonesia 87 titik pasar murah dan tentu masyarakat sangat berterima kasih dengan kegiatan tersebut,”kata Rukmawati seperti dikutip Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sulut Ir. Hanny Wayong MSi.
Disperindag menggelar pasar murah atas nama pemerintah propinsi Sulut. Sementara itu, Noni, salah satu warga Teling Manado mengaku terbantu dengan gelaran pasar murah ini. Dirinya berharap kegiatan ini akan terus digelar setiap tahun.”Kami senang karena dapat tepung gula dan mentega dan bahan pokok lain dengan harga murah, kami berharap ini akan digelar rutin pemerintah, baik pengucapan, idul fitri dan natal,“ kata Noni didampingi Yanti.
Sementara itu Kadis Perindag Sulut Olvie Atteng melalui Kabid PDN Hanny Wajong ketika dikonfirmasi mengaku hanya menjalankan tugas dan fungsi sebagai institusi pelaksana pasar murah. “Ini tugas pokok yang melekat di Disperindag, jika pasar murah ini dipresiasi banyak pihak, tentu kami bertrima kasih, tapi peran Perbankan, BUMN dan Swasta yang membantu melalui dana CSR juga memberi andil yang cukup signifikan,”kata salah satu birokrat Bolmong Raya ini.(nancy)




















