
Manado- Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA) selang tahun 2013 mampu menciptakan transaksi hingga Rp85 Miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng mengatakan nilai transaksi PLKA yang tercipta tahun ini sudah melampaui dari target.
“Tahun 2013 ditargetkan transaksi PLKA sebesar Rp72 M dan yang tercapai hingga Rp85 M,” kata Atteng disela-sela PLKA ke-10, Rabu (11/12) di Manado.
Katanya, ia berharap tahun depan nilai transaksinya akan meningkat hingga 15-20 persen.
Lanjut ia katakan, saat ini juga sedang digodok soal revitalisasi pasar lelang.
“Mudah-mudahan akan berkembang dengan baik karena akan diserahkan ke pihak swasta,” katanya.
Tapi saat ini, katanya masih dilaksanakan oleh Disperindag.
“Diharapkan kedepan akan lebih baik dan profesional lagi, Disperindag tetap akan mensuport ajang PLKA ini,” jelasnya.
Katanya, kegiatan ini jangan sampai hanya menghabiskan uang saja.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Hanny Wajong mengatakan dalam ajang PLKA ke-10 ini mampu menciptakan transaksi hingga Rp3,248 M.
“Komoditi yang paling banyak nilai transaksinya yakni jagung sebesar Rp1,592 M dengan jumalah 554 ton,” katanya.
Katanya, dalam ajang PLKA ini ada 12 produk yang dipasarlelangkan.
“Ke-12 produk tersebut selain jagung, ayam kampung, beras, gula merah, ikan betutu, ikan malalugis, ikan payangka, ikan nike, ikan nila, kacang disko dan telur itik,” katanya.
Pihaknya berharap, kedepan petani dan pedagang dapat memanfaatkan kegiatan PLKA ini karena selain memutuskan mata rantai perdagangan juga bisa memberikan nilai tambah kepada petani karena langsung bertemu dengan pembeli.(Nancy)




















