
Manado – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) lalai soal ditemukannya produk dalam pasar murah natal yang lebih mahal dari swalayan di daerah tersebut. Ditemuinya ada produk di pasar murah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, ternyata lebih mahal ketimbang yang dijual di pasar modern atau swalayan, mendapat tanggapan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut.
Menurut Ketua YLKI Sulut Aldy Lumingkewas, ini adalah kelalaian Disperindag Sulut karena dikegiatan pasar murah ternyata ditunggangi oleh spekulan, sehingga ada produk yang dijual lebih mahal dari swalayan.
“Panitia kurang jeli, berarti mereka yang salah, kurang teliti. Seharusnya tidak ada spekulan yang masuk,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Aldy, Disperindag harus bertanggung jawab karena terlanjur mengecewakan konsumen atau masyarakat. “Ternyata ada spekulan yang menjual harga dari Distributor,” tandasnya.
Sebenarnya, menurut Ketua YLKI Sulut ini, produk yang dijual di pasar murah harus lebih murah dari harga distributor, apalagi jika kegiatan pasar murah ini mendapat subsidi dana dari pemerintah. “Jadi ke depan Disperindag harus lebih selektif melaksanakan kegiatan pasar murah, jangan dimanfaatkan oleh spekulan yang menjual produk justru lebih mahal dari yang dijual di swalayan,” pintanya.
Sementara itu Kepala Disperindag Sulut Olvie Atteng, ketika dikonfirmasi mengatakan, sebelum melaksanakan kegiatan pasar murah sudah rapat dengan distributor, dan memang disperindag teliti saol harga produk yang akan dijual.
“Soal harga mentega 1 kilogram di swalayan lebih murah, kerena mereka sudah kumpul stok terlebih dahulu dengan harga lama dan melakukan promo. Disperindag tidak begitu, tapi dengan harga baru. Kecuali disperindag banyak uang kumpul stok terlebih dahulu,”papar Atteng.
Sebagaimana diketahui, dalam kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Disperindag Sulut produk mentega blue band ukuran 1 kilogram dijual Rp35.000. Bahkan pasar murah di GMIM Smirna Malalayang sempat dijual Rp37.000. Padahal di swalayan hanya dibandrol Rp34.500. Dan mentega blue band sachet kemasan 200 gr dijual denganan harga Rp5.300-5.500 per sachet sedangkan di swalayan hanya Rp5.000.
Salah satu petugas di kegiatan pasar murah tersebut mengatakan, harga mentega 1 kilogram Rp35.000/kg merupakan harga terbaru dari distributor.(Nancy)




















