
Tomohon – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Tomohon berharap Pemkot Tomohon menganggarkan dana Pilwako 2015 untuk dua putaran. Stenly Kowaas, Ketua Divisi Humas mengatakan penganggaran tak hanya diperuntukkan untuk satu putaran saja, tapi juga diantisipasi untuk putaran kedua, bahkan kemungkingan terjadinya pemungutan maupun penghitungan suara ulang (PSU).
“KPU Tomohon selalu berharap anggaran Pilwako yang ditata tak hanya untuk satu putaran saja, tapi juga untuk putaran kedua dan PSU. Berapapun nilainya, KPU akan selalu menghargai dan mengapresiasi untuk semua keputusan yang dibuat oleh pemerintah dan DPRD,” tegas Kowaas.
Dukungan anggaran untuk Pilwako dalam APBD menurutnya sangat penting agar bisa berlangsung sukses, sebab selama ini belum ada dukungan dana dari APBN untuk pemilihan kepala daerah.
“Pengalaman di Pilwako Tomohon, PSU pernah terjadi dan untuk putaran kedua, sangat mungkin hadir. Agar supaya tidak jadi masalah manakala dua hal itu terjadi, alangkah baiknya itu sudah diantisipasi lewat penganggaran di APBD 2015. Kalaupun tidak terjadi, maka anggaran tersebut pasti tidak digunakan dan dengan sendirinya akan dikembalikan ke kas daerah,” tukasnya.
Diketahui, pada akhir masa tugas Anggota DPRD Tomohon periode 2009-2014, mereka telah menyepakati anggaran Pilawako Tomohon sebesar Rp 7,5 miliar untuk satu putaran.
Sementara Robby Golioth, Kepala Divisi Keuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon menyatakan besaran anggaran Pilwako untuk satu putaran ini tidak seperti yang mereka usulkan yakni sebesar Rp 12 miliar dan untuk putran kedua sebesar Rp 4 miliar.
“Namun kami mengapresiasi keputusan ini. Semoga tahapan Pilwako Tomohon 2015 berlangsung sukses,” ujar Golioth. (maria wolajan)




















