Manado – Wagub Steven Kandouw mengaku ditanyai sang istri Devi Kartika Tanos soal kebijakan pemotongan anggaran sebanyak 200 miliar dalam APBD Perubahan.
Devi adalah Kabid di Dinas kesehatan.
“Istri saya tanyakan bagaimana penerapan kebijakan itu,” ujar Kandouw.
Menurut Kandouw, pertanyaan sang istri itu menyimbolkan kegalauan seluruh ASN termasuk pejabat Pemrov Sulut.
Kandouw mengatakan, banyak pejabat galau dikarenakan pemotongan anggaran yang dilakukan pihaknya ditambah wacana pemotongan dana transfer daerah oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Mereka takut kekurangan dana hingga tak bisa menuntaskan program yang dirancang.
“Semua pada ketakutan,” kata dia.
Wagub mengatakan, para kepala dinas tak perlu takut karena pemotongan anggaran berlaku untuk sejumlah pos seremonial seperti mami dan perjalanan dinas.
Khusus perjalanan dinas, Wagub mengatakan, sudah membuat file mengenai perjalanan dinas sejumlah pejabat.”Kalau perjalanan dinas, ini sudah akut, banyak yang hobi keluar daerah, namun semuanya saya susah catat dalam file,” kata dia.
Mengenai kebijakan pemotongan dana transfer oleh Sri Mulyani, menurut Wagub, harus mendorong warga untuk sadar pajak.
Wagub prihatin banyak warga yang menunggak pajak kendaraan.
“Kita tergolong malas membayar pajak, itu membuat dana transfer kita dipotong,” kata dia.
Wagub mengimbau ASN untuk menjadi pelopor Tax Amnesty.
Kadispenda Sulut Roy Tumiwa mengatakan, tunggakan pajak kendaraan bermotor mencapai ratusan juta rupiah
“Upaya yang kita lakukan adalah dengan door to door ke rumah warga untuk menyadarkan mereka agar membayar pajak,” kata dia.

























