
“Gambatte Indonesia akan mengirim 30 Kenshusei yang akan magang kerja di Jepang, tentunya melalui seleksi yang ada dan saaat ini sudah 45.000 Kenshusei yang telah kembali setelah berhasi magang kerja di Jepang dengan gaji yang memuaskan berkisar Rp15 juta perbulannya,”katanya.
Dijelaskannya, Gambatte Indonesia didirikan di Tokyo Jepang pada 31 Desember 1998, dahulunya dikenal dengan nama ‘Gabungan Anak Manado Berkaria Amat Taat dan Tekun’.
“Khusus Kenshu dari Manado, pembuatan kerangka di Osaka setelah pulang di Indonesia dirubah menjadi Gambatte Indonesia oleh saya sendiri (Asriel, red ) sebagai pendiri di Indonesia. Atas perubahan ini dengan maksud bukan cuma orang Manado melainkan semua alumni sekolah bahasa Jepang di Indonesia, dan kantor pusatnya berkedudukan di kota Manado,”jelasnya.
Lanjutnya, hubungan budaya Sulawesi Utara dan Jepang sampai sekarang terjalin dengan baik, begitu juga dengan pihak FBS Unima khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.
“Memang ini masih awal namun kedepannya akan ada banyak bentuk kerja sama yang telah kami programkan untuk kami jalankan dalam bentuk hubungan kerja yang baik. Kepada seluruh alumni Unima khususnya pendidikan bahasa Jepang untuk berusaha lebih giat dan bergabunglah bersama kami Gambatte Indonesia,”katanya. ( Ficky koloay)




















