Minahasa – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-10 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tondano, seluruh siswa/ siswi serta para guru, menggelar jalan sehat dan senam sumba bersama, Jumat (01/03) pagi.
Jalan sehat yang dilepas Hukum Tua Desa Kembuan Olke Walalangi mengambil start di Halaman SMA Negeri 3 Tondano, mengitari sebagian Kota Tondano, dan kembali finis di lokasi yang sama, kemudian dilanjutkan dengan senam sumba bersama.
Kepala SMA Negeri 3 Tondano Drs Deny J M Pakasi mengatakan, kegiatan jalan sehat dan senam sumba ini sebagai bentuk kebersamaan sluruh siswa/siswi dan guru dalam rangka HUT sekolah.
Menurutnya, tema yang diangkat di HUT yang ke-10 ini yakni soal budaya Minahasa, yakni “Memupuk Pelestarian Nilai Budaya Minahasa di Era Milenial”, dimana anak-anak didik diajak melestarikan budaya nasional yang didalamnya adalah Minahasa.
Sebagai contoh, kata Pakasi, ada kegiatan lomba putar “Dodutu”, dimana filosofi dari kegiatan ini adalah nilai kesabaran, kekuatan, persatuan dan gotong royong, yang memang sudah ada sejak jaman dahulu di para leluhur kita.
“Sekolah memiliki tugas untuk melestarikan budaya. Mengingatkan kepada kaum milenial agar menghargai budaya dan jangan sampai budaya Minahasa ini hilang ditelan zaman,” kata Pakasi.
“Terima kasih kepada panitia yang sudah merancang kegiatan ini sedemikian rupa hingga perayaan puncak nanti. Lewat kegiatan ini kita satukan barisan dan mensukseskan semua program sekolah,” ujar Pakasi sembari membuka secara resmi rangkaian kegiatan HUT ke-10 ini.
Sementara, Ketua Panitia HUT SMA Negeri 3 Tondano Jonly F Sumalu SPd MAP menjelaskan, pada perayaan puncak, Rabu 6 Maret nanti, akan ada pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) “Lomba Putar Dodutu” yang akan melibatkan 1.010 siswa/siswi SMA Negeri 3 Tondano.
“Nantinya para peserta akan mengenakan pakaian Petani tradisional Minahasa. Semua guru juga akan mengenakan pakaian adat di acara puncak nanti,” kata Sumalu.
“Adapaun rangkaian acara puncak nanti yakni, Ibadah Syukur bersama, pagelaran seni dan budaya berupa Tari Maengket, Katrili dan Kabasaran, Musik Kolintang. Selanjutnya penyerahan Piagam pemecahan Rekor MURI, performance artis Bastilano dan Smart Reborn Band,” pungkasnya.(fernando lumanauw)


























