Banyak yang Mengaku Jadi Korban, Program Direskrimum Polda Sulut Berantas Konvoi Pengantar Jenazah Arogan Didukung Masyarakat

Manado – Program Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi dalam menindak konvoi atau iring-iringan pengantar jenzah arogan mendapat respon positif dari masyarakat Sulut.

Dalam komentar yang diutarakan sejumlah masyarakat diakun facebook Tim Manguni, mereka merasa resah dengan adanya tindakan dari para pengantar jenazah arogan ketika melintas di jalan. Pasalnya, masyarakat yang ikut konvoi tersebut tidak segan-segan merusak kendaraan milik orang lain yang berpapasan.

Untuk itu, masyarakat mendukung langkah yang diambil Polda Sulut dalam menertibkan para pengiring jenazah arogan yang kian meresahkan itu.

“Saya setuju untuk ditertibkan…pengalaman lampu belakang mobil saya dipecahkan dengan helm oleh pengiring jenazah di Malalayang padahal mobil dalam posisi sudah dipinggir jalan,” tulis Ignasius Banu Istoto dalam komentar di Facebook Tim Manguni.

Banyaknya keluhan dari masyarakat terkait konvoi iring-iringan pengantar jenazah arogan hingga, Kombes Pol Pitra Ratulangi kini mewarning para masyarakat yang ikut dalam konvoi pengantar jenazah.

Masyarakat yang berani melakukan tindakan arogan saat iring-iringan pun akan ditertibkan. Tidak hanya itu, Kombes Pol Pitra Ratulangi juga akan memberikan sangsi berupa penilangan, penyitaan kendaraan sampai pada penangkapan dan penahanan kepada masyarakat yang masih berani melakukan tindakan arogan tersebut.

“Dalam waktu dekat Tim Manguni beserta fungsi kepolisian terkait lain yang ada di Polda Sulut akan melakukan penertiban konvoi-konvoi pengiring jenazah yang arogan, mengancam dan merusak kendaraan milik orang yang kebetulan berpapasan. Rencana penerbitan ini sedang dirumuskan para komandan pelaksana dilapangan dan tentunya menunggu keputusan lanjut dari Kapolda, Brigjen Pol Wilmar Marpaung,” kata Kombes Pol Pitra.

Untuk itu, Pitra mengimbau kepada masyarakat yang menggelar konvoi atau iring-iringan saat mengantar jenazah untuk lebih berhati-hati, serta selalu menjaga ketertiban hingga ke tempat pemakaman, dengan memperhatikan keselamatan serta keamanan orang lain.

Sebelumnya, Tim Manguni telah mengamankan dua pelaku pengrusakan kendaraan saat mengiring jenazah dari Kampung Kakas menuju ke Mahakeret. Kedua pelaku masing-masing, Alwin Hendrik (32), warga Kelurahan Wen Win dan Lorenso Retek (19), warga Kampung Kakas, Kecamatan Wenang.(jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan