Batu Akik Minahasa Jadi Primadona di Pameran Batu Akik Manado

tampak batu akik Minahasa yang masih dalam bentuk bongkahan batu yang dipamerkan pada pameran batu akik di Megamall Manado.
tampak batu akik Minahasa yang masih dalam bentuk bongkahan batu yang dipamerkan pada pameran batu akik di Megamall Manado.
Manado – Penggila batu akik di Indonesia kumpul di Kota Manado pada pameran batu akik di Megamall sejak Jumat (01/05/2015). Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 9 hari tersebut mendapat perhatian luas dari warga, terutama pencinta batu akik.

Pantauan cybersulutnews.co.id, selain ditampilkan batu akik dari Maluku Utara (Malut), seperti bacan doko, palamea, obi, bacan kembang, panca warna, jahanam dan lainnya, juga batu akik dari Kalimantan, Jawa dan Sumatera tampil pada pameran tersebut.

Namun demikian batu akik asal Sulawesi Utara (Sulut) seperti batu akik Minahasa, akik Talaud, akik Likupang, akik pulau Gangga dan daerah lainnya di Nyiur Melambai sebutan lain bagi Sulut juga dipamerkan.

Bahkan batu akik Sulut, yang dinamai black manguni, pancawarna Minahasa atau multi color jasper, batu akik Likupang, batu akik Gangga, batu akik Talaud tak kalah menariknya dan menjadi perhatian tersendiri bagi warga pencinta batu akik.

“Batu akik kita di Sulut juga bagus-bagus dan mempunyai kualitas, walaupun belum dikenal luas seperti batu akik dari Malut seperti bacan doko dan palamea,” kata Jeynix Nayoan, penjual dan pengrajin batu akik Minahasa ini.

Dikatakan Nayoan, batu akik Minahasa seperti black Manguni dan pancawarna atau multi color jasper sudah mengundang perhatian dari warga yang datang ke pameran di Megamall.

“Ada warga yang keheranan, ternyata batu akik kita di Sulut juga bagus-bagus. Dan sudah ada yang diuji yang kekerasannya mencapai 6 sampai 7 poin ketika diuji dengan alat khusus menguji kekerasan batu akik yang ada di pameran. Semoga kita di Minahasa dan umumnya Sulut bisa perkenalkan secara luas batu akik daerah kita yang sebenarnya banyak batu akik berkualitas sebab kita banyak gunung api yang merupakan salah satu faktor pembentuk batu-batu mulia di dunia,”jelas Nayoan sembari menyatakan dirinya hanya menyukai batu akik Minahasa dan Sulut untuk diperkenalkan secara luas. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan