Bawaslu Sulut Akan Buat SOP Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Manado – Sebanyak 9.189 kampanye tatap muka dilakukan sejak 26 September 2020 hingga 5 Oktober 2020.

Jumlah ini sesuai dengan data Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara (KPU Sulut) dan sumber lainnya.

Tak hanya itu, sejak 6 Oktober 2020 sampai 15 Oktober 2020 telah dilaksanakan kampanye tatap muka sebanyak 16.468 kali.

Angka ini jauh berada di atas jumlah kampanye virtual yang dilakukan para pasangan calon (paslon) sejak 26 September 2020 hingga 5 Oktober 2020 sebanyak 69 kali, dan 6 Oktober 2020 sebanyak 98 kali.

Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa kampanye tatap muka masih lebih diminati para paslon dibanding kampanye virtual.

Padahal, pemerintah sudah mengingatkan paslon untuk melakukan kampanye secara virtual demi mencegah Pilkada 2020 menjadi klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19).

Aturan ini pun sudah termuat dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020, tetapi rupanya masih banyak yang belum mengindahkan.

Tak hanya tinggal diam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri diketahui sudah melakukan 386 tindakan, di antaranya 303 peringatan tertulis dan 83 pembubaran kampanye yang bekerjasama dengan pihak pengamanan.

Terkait hal ini, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn J. Malonda mengatakan peringatan tertulis sudah diserahkan kepada para paslon.

“Respon paslon sebagian besar mengindahkan, menerima surat peringatan. Yang tidak mengindahkan, pengawas pemilu berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menertibkan atau membubarkan kampanye yang melanggar protokol kesehatan,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (30/10/2020).

Pelanggaran protokol kesehatan oleh para paslon sendiri sudah sebanyak 237 kasus yang dilakukan sejak 26 September 2020 hingga 5 Oktober 2020, dan 375 kasus sepanjang 6 Oktober 2020 hingga 15 Oktober 2020.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Herwyn mengatakan pihaknya akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait tata cara pengawasan dan penindakan kampanye yang melanggar protokol kesehatan.

“Akan kami diskusikan dulu dengan semua jajaran yang terlibat dalam pilkada, dan rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Terkait alasan para paslon lebih memggemari kampanye tatap muka, Herwyn tak mau berkomentar banyak.

“Silakan ditanyakan ke paslon saja,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan