Beralih ke Struktural, Tomohon Kekurangan Guru

Arnold Poli
Arnold Poli

Tomohon – Tomohon yang dikenal sebagai Kota Pendidikan, kini mulai menghadapi persoalan serius, yaitu kekurangan Tenaga Pendidik atau Guru. Salah satu penyebabnya lantaran, semakin banyak Guru yang dikaryakan dengan bekerja diberbagai kantor Pemerintahan dan tidak lagi berstatus Guru. Disamping itu, beberapa Guru yang pensiun, belum tergantikan, karena hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon belum ada rekrutmen CPNS khsusnya Guru. Sekretaris Kta Tomohon, Arnold Poli mengakui ada beberapa Guru yang terpaksa dikaryakan karena kebutuhan.

“Memang ada Guru yang sudah dikaryakan. Ada yang di staf, Lurah, Sekcam dan lain-lain. Namun ini semua karena kebutuhan,”aku Poli. Sedangkan menyangkut rekrutmen, Poli menyatakan, Pemkot Tomohon untuk tahun 2014 ini belum ada, karena belum ada pengusulan. “Rekrutmen PNS untuk tahun ini belum ada karena memang belum mengusulkan,”ungkap Poli.

Dia juga mengakui Pemkot sendiri saat ini masih kekurangan PNS terutama tenaga Guru.  Namun pernyataan Poli sangat ironis. Disatu sisi mengalami kekurangan Guru, namun Pemkot malah pempekerjakan sebagian Guru pada sejumlah kantor. Pun dengan kekurangan ini, Pemkot tidak malah tidak mengusulkan untuk penambahan PNS khusus Guru.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Tomohon, Hofni Kalalo menegaskan, seharusnya Guru tugasnya mendidik atau mengajar bukan dikaryakan. “Kan ada tenaga sesuai disiplin ilmu yang bisa direkrut, bukan dari Guru,”jelas Kalalo. Namun Kalalo tidak mau berpolemik, dan mengatakan kebijakan tersebut mungkin karena kebutuhan yang mendesak.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda ) Tomohon, Juliana Dolvin Karwur menyatakan, selama ini belum sekolah-sekolah yang ada di Tomohon, kebutuhan Gurunya masih terlayani dan tidak ad keluhan. “selama ini kebutuhan tenaga Guru di Tomohon untuk semua jenjang masih terpenuhi. Namun ada bidang studi tertentu yang perlu ditambah,”terang Karwur. (maria wolajan)

Tinggalkan Balasan