Beredar Luas di Minut-Bitung, Kapolda Tantang Kapolres Berantas Judi Togel

Manado – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) jajaran se-Polda Sulut ditantang Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga untuk memberantas peredaran judi toto gelap (Togel) di tanah Toar Lumimuut yang semakin marak beredar.

Kapolda pun langsung memerintahkan pihaknya untuk menindak oknum-oknum yang terlibat judi itu. Meski begitu, jendral bintang satu itu telah lebih dulu mewarning anggotanya agar tidak terlibat atau memback-up beredarnya judi tersebut.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk mencopot jabatan Kapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel serta Kapolsek, bilamana dilapangan mereka hanya membiarkan atau melancarkan beredarnya judi Togel yang sudah semakin meresahkan masyarakat Sulut itu.

“Saya akan copot Kapolres, Kasat reskrim, Kasat Intel dan Kapolseknya jika tidak berani menangkap judi Togel. Dan saya ingin tangkap bandarnya, jangan tangkap pengecer-pengecer yang hanya untungnya kecil-kecil. Saya sampai marah kepada kapolres, karena hanya tangkap pengecernya, saya bilang masih banyak badar jadi tangkap bandarnya jangan pengecer,” kata Kapolda, Kamis (18/12) siang di Sekolah Polisi Negara (SPN), Karombasan.

Sementara dari penelusuran Cybersulutnews.co.id, dari sembilan Polres di Sulut Sulut, Polres Bitung dan Minahasa Utara (Minut) lah yang tidak berani menangkap bandar judi Togel yang beroperasi di dua wilayah tersebut.

Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulut, Jack Wullur mengatakan, dugaan adanya anggota polisi yang menerima jatah dari bandar Togel bisa terjadi, sebab menurut Wullur dua Polres itu belum pernah menyentuh atau menangkap bandar togel.

“Jangan-jangan oknum kepolisian ikut terima jatah dari bandar. Dan itu tidak menutup kemungkinan, sebab sampai saat ini togel masih ada di Minun dan Bitung,” tegas Wulur.

Ia pun berharap kepada pimpinan kepolisian untuk menindak tegas dan menangkap pelaku Togel di dua daerah tersebut.

“Dengan adanya praktek judi togel, judi ilegal tersebut dinilai bisa menciptakan kriminalitas lain di lingkungan bahkan di dalam keluarga,” pungkasnya.(jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan