Biaya Logistik di Sulut Tertinggi

 

Manado – Biaya Pengiriman logisitik di Sulawesi Utara (Sulut) terbilang masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari rasio jarak ekonomi dari Sulawesi Utara (Sulut) yang menempati urutan keenam dari 33 provinsi di Indonesia.

“Jarak ekonomi merupakan proksi dari biaya transportasi yang didekati dengan jarak dari ibukota provinsi satu ke provinsi lainnya, dan kemudian dibobot dengan populasi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Luctor Tapiheru.

Tapiheru menambahkan satu di antara upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan konektivitas antar daerah adalah pengembangan sistem logistik secara terpadu yang didukung infrastruktur memadai. Hal tersebut harus juga disertai dengan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi (iptek) terutama teknologi tepat guna.

Pengembangan MP3EI yang didalamnya juga termasuk pengembangan infrastruktur, diharapkan juga dapat sejalan dengan upaya pengembangan potensi masing-masing daerah.
Sedangkan menurut Asisten Direktur Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut) Eko Siswantoro, upaya peningkatan konektivitas antar daerah dapat tercermin dari ketersediaan transportasi dan logistik yang ada, baik dari jalur transportasi darat, transportasi laut, maupun jalur transportasi udara.

Transportasi darat menjadi satu di antara isu sentral di Sulut, mengingat pelabuhan utama yang menjadi pintu masuk logistik dari jalur laut adalah Pelabuhan Bitung yang berjarak sekitar 44 kilometer dari Manado. Oleh karena itu, percepatan pembangunan transportasi darat yang lebih baik, akan dapat menunjang kelancaran pasokan barang dari luar daerah ke seluruh Sulut maupun sebaliknya.

Dari sisi transportasi udara, data historis menunjukan arus muat Bandara Sam Ratulangi tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kargo angkut. Hal ini menunjukan frekuensi penggunaan sarana transportasi udara untuk kegiatan impor lebih tinggi dibandingkan ekspor. Terkait dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya peningkatan volume ekspor diantaranya melalui diversifikasi produk ekspor, sehingga pemnfaatan transportasi udara sebagai pendukung aktivitas ekspor yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Sektor transportasi laut, Sulut memiliki 27 pelabuhan yang terdiri dari 1 pelabuhan internasional, 8 pelabuhan nasional dan 18 pelabuhan lokal. Meskipun jumlah pelabuhan sudah cukup memadai, namun demikian terdapat hal yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu adanya penurunan jumlah perusahaan shipping yang terdapat di Sulut dari 22 perusahaan pada 2011 menjadi 20 perusahaan pada 2012. Hal ini akan menjadi kendala tersendiri bagi pengiriman logistik keluar Sulut. (tmc/eve)

 

Tinggalkan Balasan