Minahasa – Penjabat Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi menyebut, Hukum Tua (Kumtua) adalah birokrasi garis depan, karena memiliki peran yang sangat strategis sebagai penyelenggara pemerintahan di masyarakat.
Hal ini diungkap Bupati Kumendong saat membuka sekaligus memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Optimalisasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bagi Hukum Tua di Kabupaten Minahasa 2013, bertempat di Hotel Mercure Tateli, Rabu (13/12).
“Kepala desa kedudukannya sangat strategis karena merupakan penyelenggara pemerintahan terdepan alias birokrasi garis depan. Kebijakan harus sesuai dengan pemerintah diatas, tidak boleh bertentangan. Jangan buat program tanpa acuan, apalagi penggunaan dana desa. Saat ini pedoman penggunaan dana desa 2024 sudah diterbitkan dan akan disesuaikan penerapannya,” tandasnya.
Dia menambahkan, Minahasa memiliki indeks perkembangan harga tertinggi di Indonesia, mencapai 7,21 persen. Menurutnya, pemicunya adalah cabe merah, cabe rawit, beras, daging babi, bawang merah.
“Untuk itu desa-desa yang berpotensi akan panen cabe merah laporkan untuk segera diinfokan dan akan dibeli oleh Pemerintah Provinsi Sulut untuk disalurkan kembali kepada masyarakat untuk menekan inflasi,” kata Bupati Kumendong seraya menyampaikan tahun 2024 juga harus memaksimalkan Bantuan Langsung Tunai.
Bupati juga menyampaikan agar para Kumtua di akhir tahun ini, harus menyelesaikan laporan-laporan pekerjaan dengan berwawasan hukum.
“Jangan sampai bermasalah hukum, tidak boleh ada celah, karena akan dipertanggung jawabkan. Itulah konsekuensi dan resiko jabatan. Diingatkan juga untuk memperhatikan masalah stunting. Jadi semua stakeholder yang sudah ditunjuk agar dijalankan dengan baik. Anggaran stunting diantaranya gunakan beli susu untuk anak atau ibu hamil yang berpotensi terkena stunting,” ujarnya.
“Saya ingatkan, tugas pemerintah memang adalah mensejahterakan rakyat. Hukum tua bisa melakukan study pemerintahan desa di daerah lain yang memiliki prestasi atau keberhasilan untuk dipelajari dan diterapkan di wilayah masing-masing, untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Turut hadir, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa, Arthur Palilingan SH, dan para Kumtua se-Minahasa.(fernando lumanauw)





















