Minahasa – Sarana transportasi berupa Bus air di Danau Tondano miliki Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Minahasa hingga kini tidak pernah beroperasi. Akibatnya, alat transportasi air bantuan dari Kementrian Perhubungan medio 2012 silam tersebut dinilai mubasir.
“Sejak lama hanya terparkir saja dan tak pernah beroperasi. Mubasir dan bisa rusak kalau dibiarkan seperti itu terus, pemerintah harus punya inovasi untuk memberdayakan Bus air ini,” ujar Ronny, warga Tondano.
Terkait hal ini, Kepala Dishubkominfo Minahasa, Royke T Kaloh SH, kepada Cybersulutnews.co.id, ketika dikonfirmasi Selasa (28/10) mengatakan, ada beberapa faktor sehingga Bus air milik Pemkab Minahasa ini belum bisa dioperasikan secara maksimal.
Menurutnya, persoalan pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali menjadi salah satu penyebab Bus air tersebut sulit beroperasi.
“Selain banyaknya eceng gondok yang menyulitkan Bus air beroperasi, kendala lain adalah minimnya penumpang yang menggunakan jasa Bus air tersebut dan masih kurangnya infrastruktur penunjang seperti dermaga, karena dermaga yang ada saat ini baru di Kelurahan Toulour dan Desa Kaweng Kakas. Selain itu, transportasi darat masih memadai dan lancar setiap hari sehingga masyarakat masih memilih transportasi darat,” terang Kaloh.
Lanjut dikatakannya, Bus air ini nantinya diproyeksikan untuk sarana penunjang pariwisata di Danau Tondano dan akan segera dimasimalkan.
“Bus air ini bisa digunakan untuk sarana penunjang pariwisata di Danau Tondano dan ini program kedepan,” ujarnya.(fernando lumanauw)


























