Bitung – Lembaga anti korupsi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dikenal getol mengontrol negara dan turut serta dalam keputusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, sepertinya mulai dinodai oleh oknum-oknum tertentu di daerah.
Hal diduga seperti yang dilakukan oleh ketua Bitung Coruption Watch (BCW), Jacky Ticoalu yang diduga menggunakan kekuatannya untuk melakukan bargaining agar supaya mendapatkan proyek dilingkungan pemerintah kota Bitung.
“Fungsi BCW adalah memperjuangkan terwujudnya sistem politik, hukum, ekonomi dan birokrasi yang bersih dari korupsi serta memperkuat partisipasi rakyat dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan publik. Namun ternyata yang ada saat ini fungsi tersebut tidak dijalankan baik oleh BCW Bitung dimana mereka juga turut serta barmain dalam sejumlah proyek,” ungkap Ketua LSM LIRA Bitung, Sanny Kakauhe.
Ditambahkannya, BCW yang seharusnya mendorong inisiatif rakyat untuk membongkar kasus-kasus korupsi yang terjadi dalam pengerjaan proyek dan melaporkan pelakunya kepada aparat penegak hukum serta ke masyarakat luas untuk diadili dan mendapatkan sanksi sosial, kini tidak jalan sebagaimana mestinya.
”Otomatis tidak maksimal karena ketua BCW saja terjun langsung mengerjakan proyek. Akibatnya fungsi kontrol tidak lagi jalan. Sangat disayangkan jika ada warga yang akan melaporkan temuan baik dalam proyek maupun temuan lainya tidak bisa terungkap kepublik, hanya karena proyek tersebut milik oknum ketua BCW,” ungkap Kakauhe.














