Ormas Adat dan Sejumlah OKP Tolak Keberadaan FPI di Bitung

Bitung – Kabar yang beredar dalam beberapa hari terakhir ini, bahwa organisasi Front Pembela Islam (FPI) sudah ada pengurus cabang di kota Bitung, membuat pihak Organisasi masyarakat (Ormas) adat Minahasa dan sejumlah milisi yaitu Waraney dan Brigade Manguni di Kota Bitung, bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dengan tegas menolak akan kehadiran FPI di Bitung.


Menurut mereka Kota Bitung adalah merupakan tanah Toar Lumimuut yang harus dijaga oleh seluruh warga Minahasa, “Harga mati Pokoknya kami menolak akan FPI apalagi ada kelompok-kelompok liar yang ada di Bitung ini. FPI bakal akan memicu konflik di Sulut khususnya di Bitung ini,” tutur Audy Malonda selaku jubir Ormas Adat di Kota Bitung saat melakukan penjagaan di lapangan Maesa Kamis 6 Juni 2013.


Malonda mengatakan, jika Pemerintah memberikan ijin mereka akan menolak mati-matian akan kehadiran organisasi FPI yang menurut mereka adalah organisasi liar. 


“Kami hadir di Bitung di lapangan Maesa dalam rangka memantau akan isu yang berkembang bahwa FPI akan melakukan pawai di hari raya Israj Miraj ini. Sebab Jumat sebelum hari raya Paskah lalu, kami merasa kecolongan sebab sudah ada FPI yang menentengkan spanduk keberadaan mereka di Bitung sambil menunjukan beberapa koleksi foto yang disimpan para anak buahnya,” tuturnya sembari membentangkan spanduk bahwa gabungan LSM adat dan Ormas Adat Kota Bitung/Sulut Tolak FPI untuk masuk dalam kegiatan keagamaan di Kota Bitung. 

Leave a Reply