Manado – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Minahasa, AKBP Ronald Rumondor menjadi geram ketika dikonfirmasi soal adanya dugaan tim Barracuda bentukan Rumondor menerima upeti dari bandar judi toto gelap alias Togel di Desa Karondoran berinisial, JM alias Jons (28) dan NS alias Novry (32).
“Terlambat ngana! Coba cek lagi pa pelaku! Yang se info ini sapa! Kalo ngana bilang pelaku berarti ngana ba towo. (Terlambat Kamu! Coba cek lagi ke pelaku! Yang berikan informasi ini siapa! Kalau kamu bilang pelaku berarti kamu bohong),” kata rumondor membalas pesan singkat yang dikirim wartawan, Kamis (04/06/2015) sore.
“Ngana da dengar langsung? So konfrontasi dengan pelaku dorang bilang nyanda ada. (Kamu dengar langsung? Sudah konfrontasi dengan pelaku dia mengaku tidak ada),” balas rumondor lagi.
Pernyataan geram Rumondor itu sangat bertolak belakang dengan pengakuan dari kedua pelaku bandar besar Togel di wilayah Kecamatan Kakas dan Langowan.
Dibeberkan pelaku ketika digiring ke Mapolda Sulut, Maikel dan Audi yang merupakan Barracuda Polres Minahasa juga ikut minta jatah.
Selain dua nama oknum Barracuda bentukan Rumondor yang telah melecehkan nama Barracuda Polda Sulut, pelaku juga mengaku Kanit Reskrim Polsek Langowan berinisial TM alias Tommy dan Kanit Reskrim Polsek Kakas, CM alias Charles sering ke rumahnya untuk mengambil uang pelicin.
“Pembagian uang tutup mulut itu saya beri ke Kasat Res Langowan, Tommy dan Kakas Charles setiap dua minggu. Mereka datang ambil langsung ke rumah saya di Karondoran. Kalau Kanit Langowan saya beri Rp 500 ribu per dua minggu, sedang untuk Kanit Polsek Kakas saya beri dia Rp 1 juta,” terang Jons yang mengenakan kaus hitam didampingi tiga anggota Tim Barracuda yang melakukan penangkapan.
Mereka juga mengaku pembagian jatah ke pihak penegak hukum itu sudah berjalan lama. Itu dilakukan agar bisnis judi yang dilakoninya tetap aman dan lancar.
Sebelumnya sempat diberitakan kalau masalah peredaraan judi Togel di wilayah Minahasa, diduga bebas bergerilya karena adanya dugaan dibackup oleh sejumlah oknum polisi Polres Minahasa. Sayangnya Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor, ketika dikonfirmasi beberapa bulan lalu melalui telepon seluler via sms mengatakan kalau itu hanya isu.
“Isu itu,” jawab Rumondor, Kamis (26/02/2015) lalu.
Penyangkalan Rumondor akhirnya jadi abu, begitu Barracuda Polda bongkar adanya keterlibatan oknum anggotanya itu.
Judi Togel di wilayah Minahasa masih harus diperangi pihak kepolisian Polres Minahasa. Sebab, selain pergerakannya sudah meluas, judi Togel diduga menjadi barang empuk dimainkan oknum polisi untuk mendapatkan uang haram dari tangan para bandar togel maupun kaki tangannya.
Informasi didapatkan cybersulutnews.co.id, beberapa waktu lalu pemain judi togel yang disebut-sebut sebagai bandar togel di Minahasa berinisial FW berhasil diciduk Polres Minahasa.
Namun kabar tak sedap berhembus, dimana dugaan yang ada FW yang ditangkap pada Januari lalu di Desa Toliang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa dan sempat menjalani tahanan selama dua minggu di sel tahanan Mapolres Minahasa dilepaskan setelah memberikan uang tebusan sebesar Rp.20 Juta. (jenglen manolong)




















