Minahasa – Sebanyak 75 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Gunung Maria Tomohon, Jurusan Keperawatan, melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara.
Kedatangan rombongan mahasiswa yang dipimpin ini, disambut baik Pemerintah Desa Kembuan, serta Pemerintah Kecamatan Tondano Utara, dalam acara penyambutan, bertempat di Balai Desa Kembuan, Senin (24/02) pagi.
Kepala Program Studi D3 Keperawatan, Brigitta M Karouw Ns M Kep, didampingi Kepala Program Studi K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fransiskus Dotulong Ns M Kep, mengatakan, PKL mahasiswa ini direncanakan akan berlangsung selama 21 hari, mulai 24 Februari hingga 19 Maret 2025 nanti.
“Kami berharap, kehadiran anak-anak didik kami ini bisa diterima dengan baik dan dibimbing selama mereka melakukan PKL,” ujarnya.
Hukum Tua Desa Kembuan, Olke Teske Walalangi, menyambut baik kehadiran para mahasiswa PKL di desa yang dipimpinnya.
“Memang, sejak Januari lalu, dosen pembimbing dan beberapa mahasiswa telah datang dan menyampaikan maksud untuk PKL di Kembuan. Dan kami antusias menyambut baik rencana itu. Untuk itu, kami atas nama Pemdes Kembuan, menyambut kedatangan seluruh mahasiswa STIK Gunung Maria Tomohon untuk mempraktekkan ilmu yang mereka dapat dari bangku kuliah, di desa ini,” ujarnya.
Di pun menyampaikan permohonan maaf sebelumnya, bila nanti ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan yang dirasakan para mahasiswa PKL, baik dalam tempat penginapan atau hal lainnya, untuk harap dimaklumi.
“Untuk itu, kami menyambut kedatangan mahasiswa ini untuk PKL. Semoga Desa Kembuan akan lebih baik di bidang kesehatan,” tukas Walalangi, sembari memperkenalkan Perangkat Desa Kembuan di hadapan mahasiswa dan dosen pembimbing.
Camat Tondano Utara, Thelma Safera Torar SSos, saat menyambut kedatangan para mahasiswa ini berpesan, agar para mahasiswa membuat diri se nyaman mungkin, buat mood selalu bagus agar bisa beradaptasi dengan masyarakat dengan baik.
“Diharap mampu menyesuaikan dengan keadaan masyarakat, bergaul dengan baik. Semoga selama 21 hari bisa bejalan dengan baik. Kalau ada hal-hal yang akan dikerjakan, silakan. Mengalir saja, pasti semua sudah ada rencana dan program yang akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat. Karena, berbicara soal kesehatan, tentu ini sangat penting bagi setiap orang,” ujarnya.
“Kedatangan kalian tentu disambut baik untuk mempraktekkan apa yang sudah dapat dalam perkuliahan, atau bahkan mendapat pengetahuan baru di tengah masyarakat. Saling membantu, saling mengisi, saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya. Pelajari budaya dan adat istiadat yang ada agar kita mudah bergaul dan mendapat pengetahuan yang baru,” pesan Torar.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr Olviane Rattu MKes, melalui Kepala Puskesmas Tonsealama, dr Jein Pinangkaan, nantinya selesai PKL, ada pendataan mengenai kesehatan untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
“Yang pasti, kami menyambut baik kehadirannya, dan pasti akan menunjang PKL ini. Nanti juga akan ada yang pelayanan di Puskesmas, dan akan menyesuaikan dengan disiplin yang ada di dalam pelayanan Puskesmas,” ujarnya.(fernando lumanauw)





















