Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, dibawah pimpinan Bupati Robby Dondokambey SSi MAP dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, fokus dalam pengembangan destinasi pariwisata.
Kepala Disbudpar Minahasa, Fenty T W Lapian SE, kepada Cybersulutnews.co.id, Selasa (03/06), ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa periode 2025-2030, yang berfokus pada pariwisata, maka untuk tahun ini Disbudpar Minahasa akan membangun infrastruktur pariwisata di Ranoreindang di Desa Leilem Kecamatan Sonder dan Taman Kota di pusat Kawangkoan.
“Tahun ini ada anggaran sebesar Rp 1,25 Miliar untuk pengembangan dua destinasi ini. Tentu pengembangan destinasi ini masih terbatas pada lahan milik pemerintah atau pemerintah desa. Fokusnya adalah penyediaan infrastruktur penunjang di tempat wisata tersebut” terang Lapian.
Disisi lain, dalam rangka mensukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati ini, Disbudpar Minahasa juga mendorong investor, baik lokal maupun luar untuk berinvestasi dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Minahasa.
Kata dia, selain dukungan pemerintah, bisa juga dukungan masyarakat perorangan. Semisal, kata Lapian, di desa masing-masing ada aset yang bisa dijadikan destinasi wisata, itu bisa dikembangkan yang nantinya bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di desa.
Sebagai contoh, Kabupaten Minahasa memiliki wilayah pantai yang cukup menjanjikan untuk terus dikembangkan seperti sekarang ini yang semakin ramai dikunjungi.
“Di desa misalnya, ada BUMDes yang bisa juga diberdayakan mengelola aset pariwisata desa. Sehingga, kami dorong juga Pemerintah Desa dan masyarakat setempat, agar bisa mengembangkan sektor pariwisata di desa masing-masing. Baik dalam bentuk perorangan maupun swadaya masyarakat,” ujarnya.
Sementara, selain pengembangan destinasi pariwisata, Disbudpar Minahasa juga tetap menggelar iven-iven tahunan seperti, Festival Danau Tondano, Pemilihan Waraney Wulan, serta sejumlah iven tahunan lainnya, seperti di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.
“Kami juga memberikan suport pada setiap iven yang mengangkat pariwisata Minahasa yang dilaksanakan pihak swasta, seperi yang baru-baru ini dilaksanakan yakni Tribe to Likri, serta iven-iven lain. Prinsipnya, kami mengajak seluruh masyarakat Minahasa agar bisa menjadikan daerah ini salah satu daerah tujuan wisata bagi wisatawan, baik domestik maupun international,” pungkasnya.(fernando lumanauw)





















