The Djarod Cafe Manado Tempat Pesta Miras Mickey Mouse, Warga Desak Polda Sulut Tindak !

The Djarod Cafe, selain full musik, cafe ini menjadi tempat favorit muda mudi di Manado untuk coba minuman Mickey Mouse alias miras oplosan berbahan dasar cap tikus.
The Djarod Cafe, selain full musik, cafe ini menjadi tempat favorit muda mudi di Manado untuk coba minuman Mickey Mouse alias miras oplosan berbahan dasar cap tikus.
Manado – The Djarod Cafe Manado di kawasan Mega Smart, tepatnya dekat jembatan kuning Boulevard, Kota Manado mulai menuai sorotan. Selain menyuguhkan Minuman Keras (Miras) berbagai merk, juga cafe bising itu menyediakan Miras oplosan berbahan dasar cap tikus dengan nama Mickey Mouse tanpa izin dari Depkes ataupun izin lainnya mengenai minuman keras, serta cafe tersebut disinyalir tempat favorit bagi muda mudi di Manado kerap pesta Miras.

Tak pelak, The Djarod Cafe yang menyediakan minuman keras (Miras) bagi pelanggannya tersebut mulai mendapat meresahkan warga Manado lainnya.

Verdy Manoppo, warga Titiwungen Selatan mengatakan, pihak Pemerintah dan aparat Kepolisian seharusnya mengkaji ijin operasi serta mengambil tindakan tegas kepada pengelola cafe yang dianggap menyepelekan keamanan.

Sebab kata Manoppo, pihak cafe menyediakan meja dan tempat duduk hingga di badan jalan. Selain itu pengunjung dibiarkan menikmati suguhan minuman keras (Miras) yang dibeli, tanpa memperhatikan keamanan warga.
“Bahkan, musik yang diputar pun terdengar sangat bising hingga mengganggu kenyamanan. Bagaimana mau aman, kalau sudah miras dan dibiarkan saja. Apalagi, pengunjungnya menikmati musik disko hingga di badan jalan. Ini kan dipertanyakan, apakah cafe atau pub. Kalau pun cafe dan pub, kondisinya tidak seperti itu,” kata Manoppo kepada sejumlah wartawan, Kamis (20/11) di Manado.

Ia pun menambahkan, di lokasi tersebut sering kali terjadi perkelahian antar pemuda.

“Ini baru kejadian perkelahian antar kelompok saja, belum kalau sudah ada peristiwa penikaman dan menyebabkan orang itu mati. Apa jadinya? Polisi harus mengambil tindakan segera, jangan diam,” tegas Manoppo.

“Bukan hanya sekali terjadi aksi kejahatan seperti perkelahian. Tapi sudah berulang kali. Saya sendiri pernah beberapa kali melewati Cafe The’ Jarod, dan berpapasan dengan pengunjung yang sudah mabuk dan berkelahi. Ada kelompok anak muda yang berkelahi dan ada juga kelompok yang berteriak mereka anggota penegak hukum. Otomatis, warga yang lewat disitu merasa terancam,” sambung Manoppo sembari menambahkan agar pemerintah dan penegak hukum bisa menyikapi hal tersebut, sebab menurutnya penyebab terjadinya tindak kriminalitas karena pelakunya telah dipengaruhi Miras.

Menyikapi hal itu, Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga SH Mhum, melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik SH, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa, cafe yang telah menimbulkan kamtibmas dan telah meresahkan masyarakat, akan tindakan oleh pihaknya.

“Kalau sampai manajement atau pemilik tidak mampu dan membiarkan keamanan disekitar, yang sudah menggangu kamtibmas dan meresahkan warga Polda tidak segan mengambil tindakan tegas. Bila perlu Polda dapat mengambil tindakan dengan menutup cafe tersebut. Jangan sampai karena merasa ada kebebasan seenaknya beroperasi tanpa memperhatikan kamtibmas. Kalau kedepan ini ada aksi yang meresahkan, kami akan turun,” tegas Damanik.(jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan