
Manado – Kondisi memprihatinkan terlihat di kantor penghubung Komisi Yudisial Provinsi Sulawesi Utara. Walau telah beroperasi sejak Selasa (14/10), namun perangkat kantor masih minim. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para personil dalam memberikan pelayanan bagi publik.
“Sampai sekarang belum masuk perangkat meja dan kursi, mudahan-mudahan secepatnya diadakan. Karena setiap tamu yang datang terpaksa harus melantai, namun ini tidak membuat semangat kerja kami kendor,” ujar Maharani Salindeho SH MH, selaku koordinator saat dikonfirmasi, Kamis (20/11) sore.
Wanita yang juga alumni Universitas Samratulangi (S1) dan UNKHAIR Ternate (S2) itu mengatakan, pihaknya siap menerima setiap laporan dari masyarakat terkait ulah hakim-hakim nakal.
“Tentunya kalau ada bukti, setiap laporan tetap akan kita tindaklanjuti,” lanjutnya.
Pernyataan koordinator turut dibenarkan ketiga asistennya, Mercy Umboh SH, Welly Mataliwutan SH, serta Helen Andries SE. “Kita masih menunggu dari pusat, semoga saja tahun depan ketika tamu datang sudah tidak melantai lagi,” ungkap ketiganya.
Sebagaimana diketahui, kantor penghubung Komisi Yudisial Sulut yang terletak di kawasan Mega Smart hanya dilengkapi dengan empat komputer, satu printer dan satu buah mobil operasional. Untuk sarana dan pra-sarana lainnya belum ada. (jenglen manolong)



















