Djenneke Onibala Jelaskan Peran TP-PKK Dalam Percepatan Penurunan Stunting

Minahasa – Ketua Tim Penggerak Pembedayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa, Djeneke Kumendong Onibala SH MSA, menjadi nara sumber dalam kegiatan Workshop Percepatan Penurunan Stunting, di Kecamatan Tondano Utara, yang dipusatkan di Balai Desa Kembuan, Rabu (20/03) siang.

Dalam penyampaian materinya, Djeneke Onibala kemudian mejelaskan peran TP-PPK dalam percepatan penurunan stunting. Dimana menurutnya, TP-PKK adalah motor suatu perubahan menuju kesejahteraan, dengan cara memandirikan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, menjadi sehat dan kuat.

“Hubungannya dengan TP-PKK adalah, untuk tujuan mensejahterakan, karena bila sejahtera tentu bisa menjadi cerdas dan Minahasa menjadi maju seperti visi misi, Minahasa maju dalam ekonomi dan budaya, berdaulat, adil dan sejahtera. TP-PKK adalah motor penggerak pembangunan di desa, tanpa peran dari ibu-ibu dalam memberi gizi kepada anak, maka kita sulit melihat anak lepas dari stunting,” terang Onibala.

Kemudian, isteri tercinta Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi ini mejelaskan lebih detail soal peran PKK dalam penanganan stunting seperti diantaranya, menyiapkan diri dan kelembagaan, pendataan umum mana prioritas anggaran yang betul-betul diperlukan masyarakat agar tidak mubazir, menentukan sasaran yang tepat.

Lalu, penyiapan masyarakat, merencanakan kegiatan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan, menilai, dan yang terakhir adalah pelaporan hasil pelaksanaan.

“Tindak lanjut hasil kegiatan sangat penting, mana kegiatan yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum. Yang belum, tentu dilaksanakan agar semua program yang sudah disusun bisa terealisasi. Ini butuh kerjasama TP-PKK, pemerintah dan lembaga lainnya,” ujarnya.

Dia lalu menjelaskan strategi TP-PKK dalam percepatan penurunan stunting, yakni dengan cara membagi empat kelompok kerja (Pokja). Empat pokja ini pertama, membentuk perilaku mental dan spiritual. Pokja dua, peningkatan ekonomi keluarga pokja tiga optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui program HATINya PKK, serta pokja empat, yaitu perencanaan sehat.

“TP-PKK juga memiliki peran meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Meningkatkan kualitas hidup manusia, menurunkan tingkat kemiskinan,” tukasnya.

Kaitannya dengan penanganan stunting, Onibala menjelaskan bawah, pihaknya menerapkan metode penanganan secara langsung dan tidak langsung. Untuk metode secara langsung, pertama yakni mengawal perencanaan penggunaan dana desa, sesuai amanat permendagri, dimana alokasi untuk stunting sebesar 20 persen dari APBDEs.

Kedua, menggalang sumber dana lainnya, misalnya melalui usaha simpan pinjam di desa, usaha BUMDes dan usaha lainnya yang bisa menghasilkan. Ketiga, memastikan fasilitas posyandu sesuai standar, keempat memastikan kader posyandu berkompeten, karena kader posyandu adalah motor penggerak. Kelima, memastikan semua ibu hamil mendapatkan pelayanan sesuai standar.

“Keenam, memastikan semua bayi dan balita dipantau pertumbuhannya, agar sejak dini sudah mendeteksi masalah-masalah gizi pada anak, dan terakhir, memastikan semua ibu hami melahirkan di puskesmas, agar semua bisa terpantau mulai dari kesehatan ibu dan juga bayi,” terang Onibala.

Sedangkan penanganan secara tidak langsung menurutnya yakni, memastikan semua tercatat dalam dokumen pendudukan. Sebab kata dia, semua fasilitas yang harus diterima yang bersangkutan, harus memiliki dan sesuai dokumen kependudukan.

“Selanjutnya, mengawal kesediaan pangan dalam rumah tangga, menjelaskan kepada keluarga bahwa ada banyak makanan sehat pengganti nasi yang bermanfaat dan bergizi. Meningkatkan keterampilan warga yang nantinya berdampak pada peningkatan ekonomi. Mencegah pernikahan dini. Mengembangkan wilayah bersih dan sehat, mengembangkan rumah sehat yang layak huni, dan yang terakhir, memiliki jamban yang bersih,” pungkasnya.

Turut hadir, Camat Tondano Utara Thelma S Torar SSos dan Sekcam Sweetly Sepang, Hukum Tua Desa Tonsealama Estefanus Dimpudus AMd, Hukum Tua Kembuan Satu Maikel Marlon Nender, Ketua TP PKK Desa Kembuan Yorry Pakasi, para Pendamping Desa, Kader Posyandu, dan TP-PKK Desa, serta Keluarga Penerima Manfaat.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan