
Minut – Dua Awak Pesawat pesawat Elang Nusantara Air yang jatuh di laut Kema, Minahasa Utara, Selasa (02/12) diperkirakan sudah tewas. Hal ini merujuk dari pernyataan Pangkalan Militer Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado melalui Kadispen Mayor Laut Budiyanto.
Menurut Budiyanto berdasarkan saksi mata yakni penduduk setempat, pesawat Elang Nusantara ketika jatuh kemudian meledak.
Saat ini anggota Basarnas berhasil menemukan serpihan bangkai pesawat bersama sejumlah barang yakni bagian ekor dan roda pesawat dan dua tas ransel milik dua penumpangnya yakni Pilot Ronny Djasri (40) beralamat di Jalan Embun RT 02 RW 04 Kecamatan Rumbay Pesisir Pekan Baru. Sedangkan mekanik Pian Sopiah Hadiansah dengan alamat Rancasawo Nomor 13C RT 003 RW 018 Bandung.
Para petugas SAR ini terus berusaha menemukan dua korban yang terbang dengan nomor penerbangan PK-ELR. TYPE THRUSH-510P. Diduga pesawat ini jatuh kerena cuaca di Maluku buruk, sehingga pesawatnya tak bisa menjaga keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.
“Di Maluku pesawatnya oleng, karena cuaca buruk. Pesawat itu rencana landing di Manado 10.15 WITA,” kata Wakil Direktur Pol Air, AKBP Endang Karnadi
Hingga berita ini diturunkan tim masih melakukan evakuasi. Seperti diketahui, pesawat Elang Nusantara Air terjatuh di perairan Minut, Selasa (2/12) pagi sekitar Pukul 7.00 WITA. (Jenglen manolong)



















