Festival Danau Tondano, Pariwisata Minahasa Layak Bersinar

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar Festival Danau Tondano, dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke-597, yang dipusatkan di Taman God Bless Minahasa, Lapangan Dr Sam Ratulangi Tondano, Selasa (18/11).

Kegiatan ini secara resmi dibuka pelaksanannya oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey SSi MAP, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos MARS, serta dipadati masyarakat.

Bupati mengatakan, Festival Danau Tondano dijadikan sebagai agenda pariwisata nasional, bahkan dikembangkan menjadi acara wisata internasional.

​Menurutnya, melalui agenda ini, Pemkab Minahasa ingin menegaskan kepada Indonesia bahkan kepada dunia bahwa, Danau Tondano adalah permata pariwisata Minahasa yang layak bersinar lebih terang.

​”Terima kasih dan rasa bangga atas respons positif Kementerian Pariwisata RI terhadap Festival Danau Tondano. Ini tentunya menjadi sinyal kuat bahwa hajatan ini telah menjadi bagian dari perhatian nasional,” kata Bupati.

Bahkan, ​Bupati menegaskan bahwa Festival Danau Tondano bukan sekadar agenda tahunan, melainkan implementasi besar dari visi “Minahasa, Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera.”

​Ia juga mengingatkan bahwa keindahan besar datang bersama tanggung jawab besar.

“Danau Tondano membutuhkan perhatian, pemulihan, dan pengelolaan berkelanjutan. Oleh sebab itu, melalui festival ini saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga Danau Tondano tetap lestari,” pungkasnya.

​Sementara, ​Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr Kartika Devi Tanos MARS, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Danau Tondano ini.

Ia mengatakan bahwa, data Badan Pusat Statistik per September 2025 yang mencatat lonjakan turis mancanegara ke Sulawesi Utara sebesar 16,88 persen, dengan sebagian besar juga mengunjungi wilayah Minahasa.

​”Nusantara Festival Danau Tondano menjadi bagian penting dari upaya kita untuk memperkaya kalender event daerah dan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi beyond ordinary,” ujarnya.

“​Festival ini tentunya bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Danau Tondano sebagai destinasi wisata unggulan. Hal ini tentu akan menggerakkan ekonomi kreatif, khususnya UMKM kuliner dan komunitas seni, juga mendorong kesadaran lingkungan, pelestarian ekosistem, dan gerakan bebas sampah,” pungkasnya.

​Acara pembukaan diawali dengan penyambutan Forkopimda melalui Tarian Kawasaran, dilanjutkan pembacaan doa. Tari “Kure” dari Ikatan Waraney Wulan Minahasa, yang turut memeriahkan suasana sebelum sambutan.

​Secara simbolis, FDT 2025 dibuka dengan pemukulan tentenkoreng oleh Bupati dan jajaran Forkopimda. Di momen yang sama, Pemkab Minahasa juga meluncurkan website Pesona Minahasa, sebuah platform promosi pariwisata daerah.(Advetorial)

Tinggalkan Balasan