Manado – Di tengah dentingan gasing raksasa dan yel-yel riang anak muda Sangihe, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara ‘nyemplung’ langsung ke jantung Festival Tulude 2026.
Bukan sekadar penonton, BI jadi mitra superaktif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam rayakan HUT ke-601 daerah itu, yang berlangsung meriah 28-31 Januari lalu.
Festival budaya penuh syukur ini kini jadi ‘lapangan bermain’ edukasi keuangan digital – dari lomba kebersihan sampai diskon QRIS!
Bayangkan: ribuan warga Sangihe berkumpul di bawah pohon-pohon kelapa, menghormati leluhur sambil belajar scan QRIS untuk belanja UMKM.
Itulah keajaiban sinergi BI dengan Pemda.
“Kami hadir bukan cuma kasih dukungan, tapi bikin tradisi jadi lebih ‘modern’ dan fun!” seru Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada 30 Januari.
Rapat itu dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan pejabat kunci – strategi jitu kendalikan inflasi plus percepat transaksi digital di kepulauan terpencil ini.
Yang bikin unik? BI integrasikan program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah ke lomba-lomba seru: yel-yel jenaka, defile penuh warna, sampai permainan gasing tradisional.
Pelajar Sangihe tak cuma main, tapi hafal nilai Rupiah sambil tertawa.
“Pendekatan kreatif ini bikin anak-anak cinta uang kita sejak dini, bukan hafalan kaku,” tambah Supratikto.
Hasilnya? Pesan kebijakan BI meresap tanpa terasa seperti kuliah!Tak berhenti di situ, BI ‘tebar’ voucher diskon untuk 1.000 pengunjung pameran dan bazar UMKM yang bayar pakai QRIS.
“Diskon langsung, transaksi non-tunai naik drastis!” – demikian antusias pedagang lokal.
Ini dorong ekonomi digital di Sangihe, wilayah kepulauan yang biasa andalkan tunai, jadi lebih cepat dan aman.
Festival Tulude, simbol kebersamaan Sangihe, kini punya ‘bonus’ ekonomi: literasi keuangan melonjak, Rupiah makin dicinta, dan digitalisasi transaksi meluas.
Supratikto tekankan komitmen BI tak berhenti di sini.
“Ke depan, sinergi dengan Pemda Sulut – termasuk perbatasan – bakal lebih gencar untuk stabilitas harga dan transformasi digital,” ujarnya.
Warga Sangihe pun berdecak kagum.
“Tradisi leluhur ketemu teknologi BI, Sangihe maju dua kali lipat!” kata seorang pedagang UMKM.
Kolaborasi ini bukti: budaya dan ekonomi bisa ‘dans’ bareng, bikin Sulawesi Utara tambah kinclong.




















