Tomohon – Ketangguhan seorang Jimmy F Eman SE Ak (JFE) sudah terbukti selama 4 tahun ia menjadi Walikota Tomohon. Selang waktu tersebut JFE membuktikan dari tangan dinginnya, sudah menyulap Kota Tomohon menjadi salah satu daerah termaju di Sulawesi Utara.
“Golkar Sulut akan rugi jika tak mengakomodir seorang JFE. Mengingat Pilwako Tomohon serentak dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut di Desember nanti. Saya jamin jika JFE diusung Partai Golkar (PG) Sulut menjadi calon Walikota Tomohon, sudah pasti Golkar juga akan menang di Tomohon untuk Pilgub mendatang,” kata Tokoh Pemuda Kota Tomohon Vecky Sualang.
Hal ini sungguh beralasan karena menurut Sualang, elektabilitas JFE masih yang tertinggi dan saat ini masih belum ada calon lain yang menandingi.
“Jika dilihat dari daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada, di Tomohon ini belum ada calon lain yang muncul dan menjadi perbincangan masyarakat. Padahal Pilwako tinggal 9 bulan lagi. Jika pun mereka nantinya muncul, sudah kalah start dengan JFE,” ujar Sualang.
Sualang berpendapat siapa pun nantinya yang akan menjadi pengurus resmi Partai Golkar nanti, akan rugi jika tak mengusung si Mr Smile, sebutan akrab bagi politisi Golkar yang low profile ini.
“JFE merupakan simbol kemenangan PG di Tomohon untuk Pilgub nanti,” tukas Sualang.
Sebelumnya Sekretaris DPD II Partai Golkar Tomohon Ir Nita Wenur kepada wartawan mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat soal kepengurusan PG yang resmi karena belum ada keputusan resmi dari Kemenkumham.
“Normatifnya, kami tetap patuh pada asas hukum. Semuanya masih berproses. Kita lihat saja nanti bagaimana keputusannya. Golkar Tomohon tetap solid,” ujar Wenur.
Nama JFE pun di Tomohon dari hasil survey dan penuturan warga masih unggul sebagai calon Incumbent. Belum ada calon-calon lain yang mengungguli JFE.
“JFE masih jauh unggul dari calon-calon lainnya,” kata Karel warga Kakaskasen.
Diketahui saat ini Golkar Sulut sudah terbagi dua yakni kubu Aburizal Bakri (ARB) dan Kubu Agung Laksono.
Sampai saat ini pemerintah masih belum mengumumkan keputusan yang terbaru, karena sampai detik ini kubu ARB masih memegang legitimasi sebagai kepengurusan PG yang resmi diakui pemerintah. (maria)




















