Minsel,-Terkait munculnya tenaga Hondor Daerah (Honda) “Siluman” pada pengumunan Honda Kategori Dua (K-2) Minahasa Selatan (Minsel) untuk perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2013, diduga disebabkan adanya manipulasi berkas saat pengajuan ke pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN).“Kami duga ada manipulasi data saat pengusulan berkas honda K-2 oleh BKDD (Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD,red) Minsel,” ujar Ketua Komisi Pengawas Penyelenggara Negara (KPPN) Sulut, Maykel Tielung, kepada sejumlah wartawan Senin (21/10).
Kata dia, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kemen PAN RB dan BKN terkait sejumlah nama yang direkrut pihak BKDD Minsel.
“Sebab ada nama yang keluar pada pengumuman, tidak pernah menjadi tenaga honorer di lingkup Pemkab Minsel. Ini jelas terjadi pelanggaran hukum dan undang-undang,” ungkap Tielung.
Disisi lain, dirinya berharap, sebelum terjadi permasalahan yang besar, pihak BKDD Minsel harus merevisi nama-nama yang sudah terekrut.
“Pihak BKDD harus jeli, tak ada kata terlambat. Sebelum menjadi permasalahan yang mengarah ke persoalan hukum. Harusnya pihak BKDD sudah merevisi atau BKN memverifikasi ulang terhadap nama-nama tersebut,” tambahnya.
Parahnya lagi, BKDD Minsel melalui Kabid Hukum dan Informasi, Royke Mandey SH, ketika dikonfirmasi berang dan membantah kalau pihaknya melakukan manipulasi terhadap berkas-berkas tenaga Honor K-2.
“Walaupun ada yang menyatakan bahwa kami memanipulasi berkas-berkas tersebut itu tidak benar, sebab kami hanya menerima berkas mereka (K-2) dengan lengkap dan sesuai rekomendasi dari SKPD yang mengeluarkannya, dan nama-nama tersebut kami kirim ke BKN dan BKN lah yang mengeluarkannya. Tapi Kenapa waktu kami menempelkan nama-nama yang lolos untuk diklarifikasi, kenapa tidak ada yang komplain, nanti sekarang baru komplain,” tegas Mandey.
Ketika disentil hal tersebut akan mereka laporkan ke Kemen PAN dan RB dan pihak berwajib akan masalah tersebut, dirinya mangatakan, kalau itu akan mereka lakukan silakan, yang pasti, katanya mereka tidak pernah memanipulasi berkas tersebut.
“Silakan saja anda muat, sebab itu adalah hak mereka, sebab dengan laporan tersebut kami bisa mengetahui mana yang benar-benar honorer dan tidak pernah berhonor,” tandasnya.
Laporan: Jufan Dissa


























