Minsel – Sejumlah bidan yang mengadu nasib di Kabupaten Minahasa selatan (Minsel) mengeluh. Kepada wartawan mereka mencurahkan isi hatinya bahwa selama menjalani profesi ini sudah enam bulan mereka tidak mendapat honor dari Dinas Kesehatan Minsel.
Seorang bidan yang minta namanya dirahasiakan menuturkan honor ini merupakan realisasi Dana Jaminan Kesehatan Nasional bagi para Bidan di Kabupaten Minsel. “Seharusnya kami mendapat Rp 500 ribu,” katanya .
Bidan ini berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. “Kami juga butuh uang untuk makan dan menghidupi keluarga kami,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr Ternie Paruntu saat dikonfirmasi mengenai keluhan para Bidan yang mendapat jatah Jaminan Kesehatan Nasional di dalam program BPJS Kabupaten Minsel, mengatakan realisasi soal dana tersebu harus diperkuat dengan perangkat hukum yang ditanda tangani oleh Bupati. “Bupati harus menandatanganinya,” ucapnya.
Ia mengatakan dana tersebut sudah ada karena pemerintah pusat melalui Kementrrian Kesehatan telah menyalurkan dana ini, “namun untuk realisasinya, harus diperkuat dengan regulasi,” kata Paruntu lagi.
Sekarang ini perangkat hukumnya tengah berjalan, dan berkasnya sudah ada di Bagian Hukum Sekretariat Daerah, “Kalau sudah selesai itu dan ini akan dilakukan paraf koordinasi,” tambahnya.
Lanjutnya terakhir akan ditandatangani oleh Bupati Minsel. Hal tersebut dilakukan agar penyaluran dana ini tepat sasaran. Dia berjanji bahwa dalam waktu satu atau dua pekan kedepan ini, berkasnya sudah selesai. “Dan dana itu akan segera disalurkan bag yang sudah mengurusnya jadi mohon bersabar,” pungkas Paruntu. (jufan)
























