by

Ikut Sekolah Partai, Maurits Mantiri Terus Bangun Kepekaan Terhadap Masyarakat

Manado – Walikota Bitung Maurits Mantiri mengikuti pendidikan di Sekolah Partai PDIP, pada tanggal 16-17 Juni 2022 kemarin, di Lenteng Agung, Jakarta.

Maurits yang sejak dahulu dikenal sebagai figur merakyat ini memanfaatkan dengan benar sekolah Partai tersebut dengan selalu membangun kepekaannya terhadap masyarakat.

Karakter Maurits sebenarnya sudah dimengerti banyak orang termasuk tokoh organisasi Stephen ‘Babe’ Liow. Dalam wawancara Sabtu (18/6/2022) siang di Manado, Babe merunut lagi gaya dan perjalanan karir Maurits, dalam hubungan dengan warga masyarakat. Ia menyebut Maurits sosok open minded, sebelum media masa memberitakan Walikota Bitung itu sebagai Bapak Toleransi bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Badan Kerjasama Antarumat Beragama (BKSAUA) dan Kementerian Agama Kota Bitung bahkan menobatkan Maurits sebagai Bapak Moderasi Agama pada pembukaan MTQ XXIX Tingkat Provinsi Sulut, Senin (13/6/2022) di Stadion Duasudara Bitung.

“Saya bersahabat lama dengan Pak Maurits Mantiri. Sifat dasar beliau itu open minded. Pola pikir terbuka, menerima berbagai macam ide, pendapat, dan informasi. Ia berefleksi diri, menerima perbedaan, hingga ikut terlibat langsung dalam keberagaman,” ujar Babe.

Selain toleransi dan keberagaman, Maurits figur pemimpin yang nyaris tanpa jarak dengan rakyatnya sendiri. Mantan Wakil Walikota Bitung periode sebelumnya itu populer dengan sikap khasnya yang acap kali menemui dan merangkul masyarakat.

Jauh dari kesan protokoler. Beliau welcome terhadap semua lapisan dan latar belakang warga. Mau masyarakat, ASN, penegak hukum, ormas, wartawan, LSM, pintu Maurits terbuka lebar. Ini ciri figur open minded yang siap berdiri dan berjalan bersama,” tutur Babe.

Karena karakter dasar inilah, Babe mengatakan, Maurits terpilih selain sebagai Walikota Bitung, juga memimpin Pria Kaum Bapa GMIM. Kombinasi dua jabatan yang diyakini membuat Maurits Mantiri menjadi sosok yang kuat.
Lanjut Babe, pagelaran sejumlah iven di Kota Bitung punya alasan yang berhubungan dengan kepemimpinan terbuka Maurits Mantiri.

Pelaksanaan Pemilihan Ketua PKB GMIM dan MTQ XXIX Sulut adalah contoh keyakinan institusi dan publik mengenai kemampuan Maurits sebagai tuan rumah yang baik.

“Kita percaya, Bitung adalah rumah besar yang damai untuk semua orang dari berbagai lapisan masyarakat,” ujar Babe.

Kembali ke sekolah partai PDIP, Babe melihat ada komitmen kerakyatan yang sedang dihayati Maurits Mantiri.

“Tentu di sekolah partai, Pak Maurits belajar bukan untuk dirinya sendiri. Tapi menumbuhkan kepekaan, menajamkan pasion terhadap rakyat, terhadap umat atau jemaat, terhadap atasan pemerintahan dan bawahan, juga terhadap partai politik. Tidur di ranjang kayu sederhana, mandi di luar, makan seadanya di kantin, olahraga, disiplin waktu, bangun pagi, adalah pola hidup untuk membentuk karakter seorang pemimpin,” jelas Babe.

Di sekolah partai juga, Maurits melahap sejumlah materi antikorupsi, dan pengelolaan keuangan daerah.

Comment

Leave a Reply

News Feed