Imigrasi Bitung Ingatkan Pemkot Tidak Abaikan Status WNA

Bitung – Pemerintah kota Bitung, diingatkan untuk tidak mengabaikan statis Warga Negara Asing (WNA) di di daerah tersebut yang tidak memiliki identitas jelas, dimana setiap tahun kian bertambah.


Keberadaan warga yang kerap disebut Sanger Filipina (SAPI) ini nampaknya mulai mencemaskan masyarakat, khususnya yang berada di pesisir pantai Aertembaga, Madidir sampai Manembo-nembo Bawah. 


Para WNA ini diketahui bekerja sebagai ABK di kapal-kapal pancing (Pun Boat) yang hanya tinggal di perahu apabila kapal masuk dan bersandar di pelabuhan perikanan atau tambat di pesisir pantai.


Namun masalah ini belum juga ditindaklanjuti oleh pemkot Bitung yang sebelumnya sudah melakukan pendataan. Mantan Camat Madidir Romless Masihor mengungkapkan bahwa di kecamatan Madidir terdapat hampir 300 orang asing tepatnya di kelurahan Madidir Ure dan Madidir Unet. 


“Disarankan agar pemkot Bitung tegas dalam menyatakan status kewarganegaraan mereka supaya tidak menimbulkan kecemasan di lingkungan masyarakat,” ujar Masihor yang belum lama pensiun.


Plt Kepala kantor Imigrasi kota Bitung, Jenius Karundeng pekan lalu mengatakan persoalan ini jangan dianggap remeh. Menurut Karundeng, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan konsulat Philipina tetapi konsul menyatakan warga para SAPI dimaksud bukan menjadi bagian kewarganegaraan Pilipina.


Meskipun keseharian warga asing ini mengaku adalah warga Pilipina tetapi pihak Imigrasi Bitung tidak mempunyai anggaran deportase dan tujuan kepulangan belum jelas.

Ia menyesalkan tim yang telah dibentuk pemkot Bitung waktu lalu dibawah pimpinan Wakil Walikota Max Lomban tidak menjalankan fungsinya.


“Pemkot Bitung jangan mengabaikan status atau nasib warga asing ini terutama di tahun-tahun politik saat ini. Dikhawatirkan persoalan tersebut dipolitisasi sehingga menghambat proses penyataan dan akhirnya menimbulkan konflik baru,” tukas Karundeng.

 

Leave a Reply