Manado Miliki Walikota Baru, Ini Alasan Sumarsono Memilih ROR

Manado – Jika tidak ada aral melintang, Selasa (08/12), Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono akan melantik Kepala Bappeda Sulut Ir Roy Octavian Roring MSi (ROR) sebagai Penjabat Walikota Manado. Pelantikan Roring akan dilaksanakan di Graha Bumi beringin Manado Pukul 09.00 wita.

Pelantikan Roring seiring berakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Manado.

“Gladi bersih telah dilaksanakan pada Senin (07/12) petang,” ungkap Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov sulut, Jemmy Kumendong.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono kepada wartawan mengungkapkan, dipilihnya Roy Roring sebagai penjabat Walikota Manado karena pertimbangan latar belakang perencanaan. “Demi Visi Manado 2050, maka diperlukan orang yang memiliki konsep untuk mengawali langkah dalam mewujudkan visi tersebut. Nah orang yang tepat untuk itu haruslah berlatar belakang perencanaan,” ujar Sumarsono kepada sejumlah wartawan, Senin (07/12) siang di kantor Gubernur.

Diberitakan sebelumnya, skema Penjabat Bupati/Walikota yang diusulkan Penjabat Gubernur Soni Sumarsono dipastikan tidak berubah. Nama-nama seperti, Roy Roring di Manado, Herry Rotinsulu di Minut , Dr Bahagia Mokoagow di Bolsel, Edwin Silangen/Roy Tumiwa di Minsel tetap masuk dalam usulan Penjabat Gubernur ke Kemendagri

“Sampai saat ini tidak ada perubahan nama-nama calon Penjabat Bupati/Walikota,” ujar Sumarsono kepada wartawan di kediaman Kadishut Sulut Herry Rotinsulu, Desa Matungkas Minut, Sabtu (28/11) lalu.

Menurut Dirjen Otda Kemendagri tersebut, usulan Penjabat Bupati/Walikota sudah melalui pertimbangan dari Wartawan, LSM, BPK dan pemerintah kabupaten kota yang nantinya akan ditempati Penjabat. Pengusulan nama sudah final tidak ada perubahan dan penetapannya berada di tangan Mendagri. “Saya sudah ketemu Mendagri, dan menyerahkan sepenuhnya penetapan Penjabat Bupati/Walikota ke tangan Kemendagri,” katanya.

Sumarsono kemudian meminta pejabat eselon II yang merupakan bawahannya untuk menghormati apapun keputusan Kemendagri. “Bila SK sudah ada, pejabat yang di percayakan jangan berbesar hati, sebaliknya yang belum dipercayakan jangan berkecil hati dan tetap fokus pada jabatanya saat ini,” pintanya.

Terkait saling sikut antar pejabat esalon II pemprov Sulut berebut Penjabat Bupati/Walikota, Sumarsono mengaku belum pernah mendengar.

“Saya belum pernah mendengar friksi-friksi semua tetap kompak kalaupun beda pendapat itu hal biasa. Tidak ada yang saling jelek-menjelekkan, saya minta mereka untuk ikut perintah saya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan