Manado – Kendati terus melakukan gebrakan untuk peningkatan sektor wisata, namun Pemprov Sulut tetap mendorong pengawasan di Bandara Sam Ratulangi Manado terkait antisipasi masuknya virus Zika. Hal ini ditegaskan langsung Gubernur Olly Dondokambey SE Senin (05/09).
“Kami masih menunggu alat pendeteksi panas thermal scenner elektronik yang akan disalurkan lewat Kementerian Kesehatan. Namun sambil menunggu alat dari pusat, kita masih menggunakan alat manual milik Dinkes Sulut,” jelas Gubernur.
Untuk saat ini kata Gubernur, diprioritaskan pada penerbangan langsung dua kali sepekan dari Singapura sesuai travel warning yang dikeluarkan pemerintah. “Jadi semua penumpang dari Singapura akan diperiksa suhu tubuhnya,” jelasnya lagi.
Politisi handal PDI-Perjuangan ini menegaskan isu virus Zika ini tidak berdampak pada sektor pariwisata Sulut, yang saat ini sedang berkembang pesat. “Saya kira tak ada pengaruh pada sektor pariwisata kita, lagi pula tak ada travel warning virus Zika ke daerah kita yang dikeluarkan pemerintah Cina,” tutup Gubernur.
Hal yang sama ikut dikatakan Wagub Drs Steven OE Kandouw. “Tak ada pengaruh pada sektor pariwisata kita, karena turis yang masuk banyak dari Cina,” kata pria yang genap berusia 47 tahun pada Senin (05/09).
Lanjut Wagub, saat ini pihaknya menargetkan menambah jalur penerbangan dari sejumlah kota besar di negara yang saat ini bernama Republik Rakyat Tiongkok (RRT) itu. “Kita masih punya cadangan kunjungan dari Beijing dan Sanghai, yang penduduknya sangat banyak. Targetnya ke depan dua kota ini dapat dibuka penerbangan langsung ke Manado,” tutup Wagub.

























