Jamin Ketersediaan Uang Rupiah Periode RAFI, BI Sulut Siapkan Tempat Penukaran Uang dengan Sistem Antrian Digital

Manado – Bank Indonesia (BI) Sulut telah menyiapkan uang tunai yang memadai untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) Tahun 2025.

Puluhan tempat strategis di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi lokasi penukaran uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2025.

“Kami Bank Indonesia bersama perbankan di Sulawesi Utara menyiapkan uang tunai yang memadai selama RAFI tahun 2025 ini,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Andry Prasmuko pada Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI), Senin (3/3/2025).

Dibeberkannya, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sulut selama periode RAFI, pihaknya bekerja sama dengan perbankan melakukan kas keliling di 22 titik strategis, termasuk masjid, pasar, dan pusat keramaian.

“Secara keseluruhan, terdapat 67 kegiatan penukaran yang berlangsung pada periode 4-27 Maret 2025,” beber Prasmuko.

Lebih jauh, ujar dia, untuk meningkatkan layanan prima, BI menerapkan sistem antrian digital melalui aplikasi PINTARyang dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id.

“Dengan sistem ini, masyarakat dapat mengatur jadwal penukaran secara lebih terorganisir dan menghindari antrean panjang,” tuturnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan penukaran uang dan jadwal kas keliling, masyarakat dapat mengunjungi media sosial BI Sulut atau mengakses aplikasi PINTAR.

Selain menyediakan layanan penukaran uang, BI Sulut juga memperkuat pendistribusian uang tunai melalui layanan setoran bayaran perbankan dan kas titipan.

“Dengan demikian, seluruh bank dapat memastikan ketersediaan uang dalam jumlah dan pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh Sulawesi Utara,” ungkap Prasmuko.

Dalam kesempatan ini, BI Sulut juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan, membiasakan menabung, serta merawat uang Rupiah dengan baik guna mendukung stabilitas sistem pembayaran dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan