by

Jimmy F Eman Laporkan Keuangan Tomohon ke DPRD

-Uncategorized

Tomohon- Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak, Senin (08/04) menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2012 lewat Rapat Paripurna DPRD Tomohon.

Dalam laporannya, walikota mengatakan, perekonomian di Kota Tomohon lebih didominasi oleh sektor bangunan sebesar 27,72 persen jasa sebesar 18,98 persen perdagangan hotel dan restoran sebesar 16,54 persen dan sektor pertanian sebesar 14,38 persen.

Sedangkan laju inflasi year on year Desember 2011 sebesar 6,04 persen. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan bahan makanan sebesar 0,13 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,10 persen kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,18 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen . Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami kenaikan atau penurunan.

Berbagai pencapaian pembangunan dibidang fisik secara umum tercermin dalam pertumbuhan ekonomi sebesar 6,67 persen lebih tinggi dari tahun 2011 sebesar 6,29 persen, sedangkan pendapatan domestik regional bruto atas dasar harga berlaku sampai tahun 2012 telah meningkat menjadi Rp 1,5 triliun naik apabila dibandingkan tahun 2011 yang sebesar Rp 1,48 triliun.

Menyangkut pengelolaan keuangan daerah pendapatan asli ditargetkan sebesar R p 11,05 miliar dengan realisasi Rp 11,26 milyar atau sebesar 101,89 persen. Pendapatan transfer ditargetkan sebesar373,93 milyar rupaiah dengan realisasi Rp 376,93 milyar atau sebesar 100,0 persen, lain-lain pendapatan daeraah realisasinya sebesar Rp 1,22 milyar. Dengan demikian total target penerimaan sebesar Rp 384,98 milyar dengan realisasi Rp 388,66 milyar atau sebesar 100,95 persen.

Menyangkut belanja, target untuk belanja operasi sebesar Rp 316,13 milyar dengan realisasi Rp 297,58 milyar atau sebesar 94,13 persen, sedangkan untuk belanja modal ditargetkan sebesar Rp 83,11 milyar dengan realisasi Rp 73, 95 milyar atau sebesar 88,97 persen dan belanja tdk terduga ditargetkan sebesar Rp 3,91 milyar dengan realisasi Rp 3,41 milyar atau sebesar 87,22 persen.

Dengan demikian target pembelanjaan sebesar Rp 403,16 milyar dengan realisasi Rp 374,94 milyar atau sebesar 93 persen. ‘’Untuk tugas pembantuan yang diberikan, pelaksanaannya pada urusan kebudayaan dan pariwisata dan pekerjaan umum melalui program pengembangan destinasi pariwisata dan pembinaan pengembangan infrastruktur pemukiman, sedangkan total dananya sebesar Rp 1,86 milyar rupiah,’’ kata walikota sembari menyampaikan pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2012 tentu saja belum dapat memenuhi seluruh aspirasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pembangunan yang ada. 

Comment

Leave a Reply