Manado – Belum terlihat kinerjanya setelah hampir dua bulan menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulut, Maxi Lukas malah mengeluhkan minimnya anggaran di SKPD yang ia pimpin.
“Tolong teman-teman wartawan bantu suarakan agar tahun depan anggaran di Pol PP bisa naik,” ujar Lukas kepada sejumlah awak media, Rabu (21/10/15) di ruang kerjanya.
Lukas mengungkapkan, anggaran Satpol PP terhitung kecil untuk membiayai kegiatan anggota satpol sebanyak seratusan personel, termasuk honor tenaga kontrak.
Berdasarkan pantauan wartawan, berbeda dengan pejabat sebelumnya yang langsung melakukan berbagai terobosan terkait pengamanan kantor gubernur, dua bulan menjabat Kasat Pol PP, kinerja Lukas belum nampak. Yang ada baru pengeluhan soal minimnya anggaran. Bahkan terpantau, pengamanan di kantor Gubernur yang di era Roy Mewoh (menjabat Kasat Pol PP) sudah begitu baik, kini tampak mulai kendor.
Penjagaan parkir kendaraan, patroli berkala oleh anggota Sat Pol PP yang di era Roy Mewoh rutin dilakukan kini tampak tidak lagi maksimal.
Beberapa kali demo di kantor gubernur, Lukas bahkan tidak tampak batang hidungnya. Hanya demo terakhir oleh PMII yang berakhir ricuh, Lukas datang setelah kericuhan.



















