Manado – Sepertinya permintaan para pendemo yang menuntut Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga untuk membuka kembali kasus kematian Odie Manus tak dapat diindahkan korps baju coklat. Pasalnya, juru bicara Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, Sabtu (20/09) siang melalui telepon selulernya enggan memberikan komentar soal kasus itu.
Damanik yang biasanya langsung menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan kuli tinta kini memilih bungkam. Menampik hal itu Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulawesi Utara, Jack Wullur mengatakan, untuk menyikapi hal itu Polda Sulut harus bersikap transparan.
“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap Polda menurun. Lebih baik bicara apa adanya, jangan memilih diam begitu,” tegas Wullur.
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtra Indonesia (KSBSI), ketika menggelar aksi demo di depan Kantor Mapolda Selasa lalu, mendesak Kapolda untuk membuka kembali kasus kematian Odie Manus.
“Kami minta kepada Bapak Kapolda untuk membuka kembali kasus kematian Odie Manus. Karena kasus ini belum ada kejelasan siapa pelaku utamanya. Semua saksi kunci dalam kasus ini juga sudah dilenyapkan. Ada apa?,” kata Rokie Oroh dan Robby Supit ketika menggelar aksi demonya.
“Sudah lima kali pergantian Kapolda, kasus ini belum ada kejelasan. Jika Kapolda Sulut tidak mampu lebih baik mundur saja,” sambung keduanya.
Selain itu, Robby menambahkan meningkatnya tindak kriminalitas di Sulut sudah menunjukan citra buruk kepolisian. “Ini citra buruk jajaran Polda, Panah Wayer, bakutikang ada dimana-mana. Jangan cuma makang gaji buta atau cuma menangkap aktivis yang membongkar kasus korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat daerah,” pungkas Robby.(jenglen manolong)


























