Minut—Meski terbilang tinggi, kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Minahasa Utara (Minut) masih stabil dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam sebulan, stok LPG yang dipasok Pertamina ke seluruh pangkalan mencapai angka 200 ribu meter ton.
“Jumlah itu mengalami penaikan dibanding tahun sebelumnya dikisaran 150 ribu. Penyebabna, kebutuhan masyarakat menggunakan LPG kian meningkat,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Minut Michael Karisoh SE, Minggu (12/04/2015).
Memantau pendistribusian LPG ke masyarakat, pihaknya melakukan pola pengawasan berjenjang mulai dari agen hingga pangkalan.
Langkah itu sebagai upaya mencegah terjadinya dominasi pangkalan dalam menjual LPG yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kita juga mengatur sanksi yang nantinya diberikan kalau ada pangkalan atau agen nakal. Kesepakan itu dilakukan Pemkab bersama Pertamina selaku penyalur utama LPG,” tutup Karisoh.(ecanamangge)



















