Kekurangan Tenaga Kesehatan, Pelayanan Kesehatan di Minahasa Kurang Maksimal

Minahasa – Pelayanan kesehatan di di Kabupaten Minahasa dinilai masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan masih kurangnya tenaga pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 25 Kecamatan yang ada di Minahasa.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes, Selasa (10/02), ketika dikonfirmasi wartawan tak menampik. Dirinya mengakui jumlah tenaga medis seperti bidan dan perawat di Minahasa sangat minim dalam upaya melayani masyarakat di 25 kecamatan yang ada di Minahasa.

Kaunang kemudian menjelaskan, di Minahasa ada 22 Puskemas yang terdiri dari 8 Puskemas rawat inap dan 14 Puskemas rawat jalan. Menurutnya, jumlah tersebut tak sebanding dengan tenaga medis yang ada.

Dijelaskannya, jumlah tenaga bidan di bawah Dinkes Minahasa yang ada saat ini berjumlah hanya 122 orang dari 270 Desa dan Kelurahan yang ada. Bila disesuaikan dengan keputusan menteri Kesehatan Nomor 81 tahun 2004 tentang penyusunan sumber daya masyarakat kesehatan Kabupaten/ Kota, dimana setiap Desa minimal harus memiliki satu orang bidan maka jumlah tersebut memang perlu ditambah. Hal ini berarti masih membutuhkan sekira 182 tenaga bidan. Selain itu, tenaga perawat yang yang ada di Minahasa saat ini juga hanya berjumlah 137 perawat dan masih kekurangan tenaga sekira 45 orang.

“Puskemas rawat inap itu minimal membutuhkan 6 orang perawat dan Puskesmas rawat jalan minimal 4 orang perawat, jadi tenaganya memang masih kurang saat ini. Sedangkan, untuk tenaga dokter sudah mencukupi karena beberapa waktu lalu ada pengangkatan dokter PTT yang sudah ditempatkan di puskesmas yang ada di Minahasa,” terang Kaunang, sembari menambahkan bila pihaknya akan tetap memaksimalkan tenaga medis yang ada.

Sementara, disinggung langkah solusi yang ditempuh Dinkes Minahasa terkait kekurangan tenaga medis ini, Kaunang mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengusulan ke pemerintah pusat dengan menjelaskan kondisi tenaga kesehatan di Minahasa dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang ada.

“Kami tetap melakukan pengusulan sesuai dengan kebutuhan, melalui pemerintah provinsi selanjutnya ke pusat, yang sesuai informasi terakhir sementara di proses. Selain itu, sesuai arahan pak Bupati dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan maka, peluang PNS dari luar Minahasa sangat terbuka untuk dapat mengabdi di Minahasa. Ini salah satu langkah yang efektif pemenuhan tenaga kesehatan di Minahasa,” terang Kauanang.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan