Kelolah Pertanian Di Minahasa, JWS MoU Dengan PT GMAL

Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, saat menandatangani MoU dengan pihak PT GMAL yang diwakili Komisaris PT GMAL, Zee Agustine dan disaksikan langsung Menteri Pertanian, Dr Ir Suswono MMA dan Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang serta Direktur PT GMAL, Pieter Tangka
Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, saat menandatangani MoU dengan pihak PT GMAL yang diwakili Komisaris PT GMAL, Zee Agustine dan disaksikan langsung Menteri Pertanian, Dr Ir Suswono MMA dan Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang serta Direktur PT GMAL, Pieter Tangka

Minahasa – Guna mengelolah tanaman Cabe agar lebih bermutu dan berkwalitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, melalui Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Gunung Mas Agro Lestari (GMAL), dalam bentuk kerjasama di bidang penanaman dan pengembangan tanaman holtikultura, disela-sela acara panen Cabe perdana oleh Menteri Pertanian, Dr Ir Suswono MMA, di Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso Barat, Senin (28/04).

Kepada CSN, JWS mengatakan, MoU ini guna terjalinnya kerjasama secara sinergi antar kedua belah pihak hingga mencapai hasil akhir memuaskan, bermutu serta berkwalitas. Dimana, PT GMAL memberikan pelatihan-pelatihan secara kompheresiv kepada kelompok-kelompok tani di Kabupaten Minahasa agar lebih memahami cara menanam yang baik.

“Pelatihan-pelatihan dimaksud adalah bagaimana supaya petani kita memiliki kemampuan dan kecerdasan mengembangkan tanaman Cabe menjadi tanaman yang menghasilkan secara maksimal,” kata JWS, sembari berharap, para petani yang ada di Minahasa ini mau terus belajar untuk mengembangkan ilmu di dunia pertanian.

Sementara, Direktur PT GMAL Indonesia Timur, Pieter Tangka menjelaskan, dalam isi MoU tersebut, pihaknya memiliki komitmen bagaimana mencerdaskan para petani, memanfaatkan lahan tidur menjadi sesuatu yang menghasilkan.

“Dalam hal ini, bagaimana kita mengalihkan teknologi yang kita lakukan di Thailand, Korea, Jepang dan Vietnam, kemudian dibawa kesini untuk diterapkan. Kami memulai dari nol dan berkomitmen sampai akhir, artinya dari hulu sampai hilir tanpa terhenti ditengah jalan. Penanganannya secara kompherensif, bagaimana kita mengajarkan petani cara menanam yang benar, pembukaan lahan yang benar, perawatan tanah yang benar, pemupukkannya, pengendalian hama penyakit sampai panen kemudian dipasarkan,” kata Tangka, didampingi Komisaris PT Gunung Mas Agro Lestari, Zee Agustine
.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan